InfoSAWIT, YOGYAKARTA — Suasana hangat dan penuh kebanggaan menyelimuti Grha INSTIPER, Sabtu (8/11/2025), ketika Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) kembali menggelar Wisuda Sarjana ke-85 dan Pascasarjana ke-31. Sebanyak 374 lulusan resmi dikukuhkan, terdiri atas 20 lulusan Magister Manajemen Perkebunan dan 354 lulusan Sarjana dari tiga fakultas: Pertanian, Teknologi Pertanian, dan Kehutanan.
Menariknya, sekitar 20% dari total lulusan kali ini telah diterima bekerja kurang dari satu bulan setelah yudisium. Fakta ini menegaskan kuatnya jaringan dan relevansi pendidikan INSTIPER terhadap kebutuhan industri, khususnya di sektor perkebunan dan kehutanan.
“Rata-rata waktu tunggu lulusan kami kurang dari enam bulan setelah lulus,” ujar Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng, dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Selasa (11/11/2025). Ia menegaskan, kampus yang berdiri sejak 1958 itu selalu memperbarui kurikulum dan menggandeng perusahaan strategis agar pembelajaran di kelas tetap selaras dengan dinamika dunia kerja.
BACA JUGA: RSPO Dorong Pasar Pahami Dampak Nyata Dukungan terhadap Petani Sawit Kecil
Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperkecil kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tapi juga siap beradaptasi dan memimpin perubahan di industri,” tambahnya.
Tak hanya menjadi rumah bagi calon profesional muda, INSTIPER juga menarik perhatian para praktisi berpengalaman. Beberapa wisudawan Magister Manajemen Perkebunan tahun ini merupakan para manajer dan pimpinan kebun yang ingin memperdalam pengetahuan sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional.
Kondisi ini, menurut Harsawardana, menciptakan ekosistem belajar yang unik: mahasiswa baru dapat bertukar pandangan langsung dengan para pelaku industri yang telah puluhan tahun berkecimpung di sektor perkebunan.
BACA JUGA: Palm Oil Tour RSPO 2025: RSPO Tekankan Pentingnya Dukungan Pembeli bagi Petani Sawit Berkelanjutan
Pada wisuda kali ini, 102 lulusan (27%) meraih predikat Cumlaude, dan 11 orang di antaranya merupakan penerima beasiswa KIP Kuliah.
Wisudawan terbaik tingkat Sarjana diraih oleh Muhammad Tito Dika Baktiyar, S.P. dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,97. Sedangkan di tingkat Pascasarjana, predikat terbaik diberikan kepada Hanjaya, S.P., M.Si. dari Program Magister Manajemen Perkebunan dengan IPK sempurna 4,00, yang kini menjabat Estate Head di PT Menthobi Makmur Lestari.
Bagi Tito, putra Aceh yang ayahnya seorang prajurit TNI-AD, perjalanan di INSTIPER menjadi pengalaman hidup yang membentuk karakter dan semangat juang. “Saya belajar bukan hanya ilmu pertanian, tapi juga arti kerja keras, kebersamaan, dan tanggung jawab. Semua ini saya persembahkan untuk keluarga dan almamater saya,” ujarnya penuh rasa syukur.
BACA JUGA: Perdagangan Karbon di COP30: Antara Komitmen Iklim dan Komoditas Baru
Suasana haru pun terasa di antara para orang tua yang menyaksikan putra-putrinya meraih gelar akademik sekaligus menapaki langkah awal karier profesional.
INSTIPER terus berupaya melahirkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan perkebunan berkelanjutan di Indonesia. Sejalan dengan cita-cita para pendirinya, kampus ini ingin menjadi pusat unggulan yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga pemimpin masa depan yang peka terhadap lingkungan dan masyarakat. (T2)
