Selain angka, laporan GAR juga menghadirkan kisah nyata di tingkat komunitas, seperti program pelatihan petani dan pemberdayaan masyarakat. “Sustainability is about impact, not just numbers,” tegasnya.
GAR kini mengadopsi metode double materiality, menilai bagaimana operasional perusahaan berdampak pada lingkungan dan masyarakat, serta bagaimana faktor-faktor ESG memengaruhi ketahanan dan performa bisnis.
Pendekatan ini merupakan kombinasi antara masukan internal dan eksternal, yang menurut Anita “membantu memetakan risiko masa depan dan memperkuat kredibilitas data.”
BACA JUGA: Lima Petani Tertembak di Bengkulu Selatan, Sawit Watch Desak Pemerintah Usut Operasi Ilegal PT ABS
Rantai pasok yang besar berarti data yang kompleks. GAR menjaga validitasnya melalui sistem tata kelola berlapis: verifikasi per fungsi, alur persetujuan, tinjauan berkala, dan pengawasan komite keberlanjutan setiap kuartal.
Integritas data diperkuat dengan assurance eksternal, yang kini mencakup rantai pasok dan emisi GRK — dan akan meluas ke bidang lain.
GAR tengah bersiap menyelaraskan laporan keberlanjutannya dengan dua kerangka besar: ISSB (International Sustainability Standards Board) dan TNFD (Taskforce on Nature-related Financial Disclosures).
BACA JUGA: Rektor Instiper Dorong Pendidikan Modular dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman
Menurut Anita, standar ini menggeser pelaporan keberlanjutan dari sekadar kewajiban regulasi menuju alat strategis untuk menciptakan efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan jangka panjang.
Di luar kesuksesan rantai pasok, Anita secara pribadi bangga pada Sawit Terampil, program edukasi petani yang menargetkan pelatihan 100.000 petani pada 2035. “Ketika petani maju, seluruh rantai pasok menjadi lebih kuat,” katanya.
GAR juga memperluas dukungan pendidikan anak usia dini di pedesaan melalui kemitraan, termasuk dengan ADM, untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: SSMS Perkuat Kendali Hulu, Akuisisi SML Senilai Rp 1,6 Triliun
“Sustainability is not part of our business strategy — it is our business strategy, ” tegas Anita. GAR menanamkan keberlanjutan dalam setiap fungsi melalui kepemilikan target yang jelas, lokakarya rutin, pelatihan, dan proses peninjauan berbasis data.
Dari produk rendah karbon, solusi berbasis alam, hingga kemitraan dengan pembeli, GAR menekankan bahwa keberlanjutan dapat menciptakan nilai sekaligus memperkuat posisi bisnis.
