InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Upaya Malaysia memperkuat posisi di pasar Tiongkok mendapat dorongan baru pekan ini. Malaysian Palm Oil Council (MPOC) sukses menyelenggarakan Trade Networking Visit bagi 37 pembeli besar dari berbagai sektor industri di Tiongkok, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 25–27 November 2025.
Delegasi yang mewakili sektor pangan hingga non-pangan itu diajak melihat langsung berbagai fasilitas perkebunan dan penyulingan di Malaysia. Selama empat hari, mereka menyaksikan bagaimana minyak sawit diproduksi melalui sistem yang berkelanjutan dan terjamin kualitasnya. Kunjungan lapangan ini sekaligus menjadi ajang bagi para peserta untuk memahami lebih dekat rantai pasok sawit Malaysia yang selama ini menjadi andalan pasar global.
Selain tur industri, para pembeli juga mengikuti sesi BizMatch yang mempertemukan mereka dengan pemasok utama Malaysia. Dalam forum ini, diskusi seputar kebutuhan pasokan, pengembangan produk, hingga peluang kerja sama komersial mengalir intensif.
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah Industry Dialogue bersama Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani. Dalam pidatonya, Johari kembali menegaskan komitmen Malaysia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Tiongkok—salah satu pasar terbesar minyak sawit dunia.
Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pelaku industri guna menjaga kepercayaan pasar, memastikan kebijakan ekspor yang stabil, serta membaca peluang kolaborasi baru, terutama di sektor pangan olahan, oleokimia, minyak nabati, hingga energi terbarukan.
“Kami berkomitmen menjaga kebijakan yang transparan, pasokan yang dapat diandalkan, serta kerja sama yang erat antara pemerintah dan pelaku industri di kedua negara,” ujar Johari dalam sambutannya, dikutip InfoSAWIT dari MPOC, Jumat (28/11/2025).
BACA JUGA: Wilmar Raih Penghargaan Early Adopting Company dari Setara Institute, Komitmen HAM Jadi Perhatian
CEO MPOC, Belvinder Sron, menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari upaya strategis organisasi untuk mendekatkan pembeli internasional dengan rantai nilai minyak sawit Malaysia. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung seperti ini membantu memperkuat kepercayaan pasar, sekaligus memberikan pemahaman lebih mendalam tentang praktik keberlanjutan yang diterapkan Malaysia.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas penyusunan program yang dinilai komprehensif dan informatif. Mereka menilai kunjungan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemampuan pasokan jangka panjang Malaysia serta konsistensi negara itu dalam menjaga standar produksi berkelanjutan.
MPOC memastikan akan terus memperluas inisiatif pengembangan pasar, mendorong kemitraan industri, serta memperkokoh posisi Malaysia sebagai pemimpin global dalam minyak sawit berkelanjutan—terutama di tengah persaingan ketat industri minyak nabati dunia. (T2)
