Palm Acid Oil Naik Kelas, Produk Turunan Sawit yang Jadi Rebutan Pasar Eropa

oleh -6.132 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Kegiatan Ekspor CPO di Pelabuhan.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Produk turunan kelapa sawit kian menunjukkan peran strategisnya di pasar global. Salah satunya adalah Palm Acid Oil (PAO), yang kini berkembang dari sekadar bahan baku sabun tradisional menjadi komoditas penting bagi industri energi terbarukan, oleokimia, hingga pakan ternak.

Dilansir InfoSAWIT dari tulisan Hajar Shamsudin dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Minggu (4/1/2026), PAO merupakan produk samping yang dihasilkan dari proses pemurnian alkali minyak sawit. Kandungan asam lemak bebas (free fatty acid/FFA) yang tinggi menjadikan PAO bahan ideal untuk berbagai aplikasi industri.

Secara teknis, PAO adalah fraksi asam lemak hasil distilasi yang berasal dari palm oil mill effluent (POME) dan minyak sawit yang dimurnikan secara kimia. Komposisinya mencakup minyak netral, FFA di atas 50 persen, serta kadar air rendah sekitar 2–3 persen. Karakteristik ini membuat PAO cocok digunakan untuk biodiesel, pakan ternak, hingga industri sabun.

BACA JUGA: Peluang Cerah Lilin Berbasis Sawit, Malaysia Bidik Pasar Global Bernilai Miliaran Dolar

Meski kadar FFA-nya sedikit lebih rendah dibanding Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), PAO memiliki karakter kimia yang serupa. Fleksibilitas ini menjadikannya alternatif yang efisien dan berkelanjutan dalam rantai pasok global, terutama di tengah meningkatnya tuntutan transisi energi bersih.

 

Pasar Global Tumbuh Pesat

Secara nilai, pasar PAO global diperkirakan mencapai US$820 juta pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8,5 persen hingga 2034, menembus sekitar US$1,72 miliar. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel, seiring kebijakan energi terbarukan dan target penurunan emisi karbon di berbagai negara.

Selain bioenergi, permintaan PAO untuk oleokimia dan pakan ternak juga terus meningkat, sejalan dengan naiknya konsumsi sabun, deterjen, serta produk nutrisi ternak secara global. Kombinasi antara efisiensi biaya, kegunaan yang luas, dan kesesuaian dengan kebijakan hijau membuat PAO diprediksi tetap menjadi komoditas strategis dalam satu dekade ke depan.

BACA JUGA: Tak Ada Lagi Ruang Ekspansi, Malaysia Dorong Sawit Masuk Era AI dan Otomatisasi

 

Dari Biodiesel hingga Kosmetik

Dalam sektor biodiesel, PAO berperan sebagai bahan baku utama karena kandungan FFA-nya sangat ideal untuk proses transesterifikasi. Permintaan paling kuat datang dari kawasan dengan mandat campuran biofuel, seperti Malaysia, Indonesia, dan Uni Eropa.

Di sektor oleokimia, PAO dimanfaatkan untuk memproduksi asam lemak dan bahan antara bagi industri kosmetik dan kimia, termasuk gliserin dan ester. Sementara di industri sabun dan deterjen, kandungan asam laurat dan palmitat pada PAO meningkatkan daya bersih dan kekerasan sabun, menjadikannya bahan favorit untuk produksi skala besar.

 

Swedia dan Italia Jadi Pasar Unik di Uni Eropa

Di kawasan European Union (EU-27), Swedia dan Italia muncul sebagai pasar PAO yang menonjol. Dalam sembilan bulan pertama 2025, Malaysia mengekspor 64.151 ton PAO senilai 237 juta ringgit Malaysia atau sekitar €49 juta ke dua negara tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Papua Tegas: Tak Ada Izin Baru Sawit, Fokus Tata Ulang dan Lindungi Lingkungan

Sweden tercatat sebagai importir terbesar dengan volume lebih dari 53.000 ton sepanjang Januari–September 2025. Angka ini tergolong unik, mengingat jumlah penduduk Swedia hanya sekitar 10,5 juta jiwa dan melampaui impor produk sawit lain yang lebih umum. Sementara Italy mulai mengimpor PAO pada 2025 setelah mencatat nol impor pada 2024, membuka peluang baru bagi eksportir Malaysia di pasar Eropa. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com