B50 Indonesia Ditunda, Malaysia Dianggap Lebih Kompetitif di Ekspor CPO

oleh -2.194 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoAWIT/Ilustrasi pabrik biodiesel sawit.

Dari sisi persaingan pasar, TA Research memperkirakan bea ekspor CPO Malaysia yang lebih rendah memberikan keuntungan biaya sekitar US$103,2 per ton dibandingkan levy ekspor Indonesia sebesar 12,5%.

Selisih tersebut tidak hanya menekan biaya ekspor efektif produsen Malaysia, tetapi juga memberi ruang fleksibilitas harga yang lebih besar di pasar internasional.

Dengan kondisi ini, eksportir Malaysia dinilai lebih berpeluang merebut pangsa pasar, terutama di wilayah sensitif harga seperti India. Sementara Indonesia menghadapi dilema antara mempertahankan kontribusi levy yang digunakan untuk membiayai subsidi biodiesel domestik, atau menjaga daya saing di pasar global. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com