Ekspor Kedelai Brasil Diproyeksi Turun 3% pada 2026, Stok Akhir Melonjak Tajam

oleh -1.471 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Perkebunan kedelai yang baru ditanam.

InfoSAWIT, SAO PAULO – Ekspor kedelai Brasil diperkirakan melemah pada 2026, meski produksi dan pasokan secara keseluruhan masih mengarah ke rekor baru. Konsultan agribisnis Safras & Mercado memperkirakan pengapalan kedelai dari negara produsen dan eksportir terbesar dunia itu akan turun 3% dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 105 juta ton metrik.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin, Safras menilai penurunan ekspor terjadi di tengah proyeksi peningkatan pengolahan domestik. Volume soybean crushing pada 2026 diperkirakan mencapai 60 juta ton, naik dari 58,5 juta ton pada tahun sebelumnya.

Analis Safras, Rafael Silveira, menyebut prospek tersebut mencerminkan ekspektasi panen yang kembali mencetak rekor serta kapasitas pengolahan yang terus tumbuh.

BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Satgas PKH: Langkah Tegas Usai Audit Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

 

Pasokan Naik, Permintaan Turun Tipis

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Kamis (22/1/2026), Safras memproyeksikan total pasokan kedelai Brasil pada 2026 meningkat 5% secara tahunan menjadi 183,79 juta ton, sementara permintaan diperkirakan turun 1% menjadi 168,42 juta ton.

Salah satu perubahan penting terlihat dari sisi impor. Safras memperkirakan Brasil tidak akan melakukan impor kedelai pada 2026, berbeda dengan tahun 2025 yang masih mencatat impor sekitar 969 ribu ton.

Dengan pasokan yang meningkat dan permintaan yang sedikit menurun, stok akhir Brasil diprediksi melonjak tajam. Safras memperkirakan stok akhir akan naik 241% menjadi 15,37 juta ton, dibandingkan 4,51 juta ton pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA: B50 Indonesia Ditunda, Malaysia Dianggap Lebih Kompetitif di Ekspor CPO

Dari sisi produk turunan, Safras memproyeksikan produksi bungkil kedelai (soymeal) Brasil pada 2026 mencapai 47,4 juta ton, naik sekitar 2%. Ekspor soymeal juga diperkirakan meningkat 6% menjadi 24,7 juta ton.

Silveira menilai ketersediaan stok soymeal yang “nyaman” akan memberikan tekanan pada pasar, dan dapat memicu penurunan premium secara signifikan.

Sementara itu, produksi minyak kedelai (soy oil) diproyeksi meningkat 3% menjadi 11,7 juta ton.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 21-27 Januari 2026 Naik Rp. 19,39 per Kg 

Namun, ekspor minyak kedelai justru diperkirakan turun 19% menjadi 1,1 juta ton. Safras mencatat penurunan ekspor ini sejalan dengan proyeksi kenaikan konsumsi dalam negeri, yang diperkirakan meningkat 3% karena penggunaan biodiesel yang lebih tinggi.

 

Panen 2025/26 Diperkirakan Melonjak

Safras sebelumnya juga memperbarui proyeksi produksi kedelai Brasil untuk musim tanam 2025/26 menjadi sekitar 179,28 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya 178,76 juta ton. Angka tersebut memperkuat optimisme bahwa Brasil kembali menuju panen kedelai terbesar dalam sejarahnya.

Dengan kombinasi produksi besar, pengolahan meningkat, serta lonjakan stok akhir, dinamika pasar kedelai Brasil pada 2026 diperkirakan akan memberi pengaruh terhadap arus perdagangan global, termasuk persaingan minyak nabati di pasar internasional. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com