Sebaliknya, ekspor ke beberapa pasar utama mengalami penurunan, seperti India yang turun 859 ribu ton, Uni Eropa (EU27) turun 97 ribu ton, serta Amerika Serikat turun 15 ribu ton.
Seiring meningkatnya volume dan harga global, nilai ekspor sawit Indonesia pada 2025 juga melonjak signifikan. Total nilai ekspor tercatat mencapai US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun.
Angka ini meningkat 29,23% dibandingkan nilai ekspor 2024 yang mencapai US$27,76 miliar atau sekitar Rp440 triliun.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Maret 2026 Naik Rp 75,06 per Kg
Kenaikan tersebut tidak hanya dipicu oleh peningkatan volume ekspor, tetapi juga karena harga rata-rata CIF Rotterdam pada 2025 mencapai US$1.221 per ton, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata 2024 yang sebesar US$1.084 per ton.
Dengan produksi, konsumsi, dan ekspor tersebut, stok akhir CPO dan PKO pada 2025 tercatat sebesar 2.068 ribu ton.
Angka ini lebih rendah sekitar 19,79% dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang mencapai 2.577 ribu ton, menandakan tingginya serapan pasar terhadap produk sawit Indonesia. (T2)
