Karena itu, ekspedisi ke Tanzania dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkaya plasma nutfah sekaligus memperkuat basis riset nasional.
“Eksplorasi ini penting agar kita tidak tertinggal. Ke depan, keberlanjutan industri sawit sangat ditentukan oleh kekuatan riset dan keberagaman genetik yang kita miliki,” tegasnya.
Dengan penguatan SDG yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu menjaga daya saing industri sawit sekaligus menjawab tantangan global secara lebih adaptif dan berkelanjutan. (T2)
