InfoSAWIT, JAKARTA – Permasalahan pupuk dalam sektor pertanian ternyata tidak selalu berkaitan dengan kekurangan nutrisi, melainkan lebih dalam menyangkut kesehatan biologi tanah itu sendiri.
Dilansir InfoSAWIT dari tulisan Robert K. Herrington, Founder & CEO SecondHand-Carbon, pada Jumat (27/3/2026), banyak petani menghadapi kondisi di mana penggunaan pupuk terus meningkat, namun hasil panen justru tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Fenomena ini, menurutnya, seringkali disalahartikan sebagai kebutuhan tambahan pupuk, padahal akar masalahnya terletak pada melemahnya aktivitas mikroorganisme tanah.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (26/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
Peran Mikroba yang Kerap Terabaikan
Herrington menegaskan bahwa pupuk tidak secara langsung “memberi makan” tanaman. Sebaliknya, mikroorganisme tanah seperti bakteri dan jamur memiliki peran utama dalam mengubah nutrisi menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman.
“Mikroba tanah memecah bahan organik, melepaskan nitrogen, memobilisasi fosfor, dan mengatur siklus nutrisi di sekitar akar tanaman,” tulisnya.
Tanpa aktivitas biologis ini, unsur hara memang tetap ada di dalam tanah, tetapi tidak sepenuhnya tersedia bagi tanaman.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Maret 2026 Naik Rp. 206,76 per Kg
Ia menjelaskan bahwa penurunan kandungan karbon aktif (labile carbon) dalam tanah menjadi salah satu penyebab utama melemahnya kinerja mikroba.
Ketika karbon aktif menurun, mikroba kehilangan sumber energi. Dampaknya, proses siklus nutrisi melambat, bahkan berhenti.
Akibatnya, efisiensi pupuk menurun dan tanaman tidak lagi merespons dengan optimal, meskipun dosis pupuk telah ditingkatkan. “Inilah alasan mengapa beberapa tanah tidak lagi merespons pupuk, meskipun aplikasi dilakukan dengan benar,” jelas Herrington.
BACA JUGA: Selamat Jalan Birute Galdikas, Separuh Hidupnya untuk Orangutan
Ketergantungan pada Input Eksternal
Kondisi ini juga mendorong sistem pertanian menjadi semakin bergantung pada input eksternal seperti pupuk kimia dalam jumlah besar.
Padahal, menurut Herrington, tanah yang sehat tidak dibangun hanya dari unsur hara, tetapi dari sistem biologis yang aktif dan didukung oleh aliran karbon yang cukup.
Karbon dalam bentuk sederhana dan mudah tersedia menjadi energi utama bagi mikroba untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah.
