Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan pertanian berbasis biologi dan pengelolaan karbon tanah sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Dengan mengaktifkan kembali kehidupan mikroba dalam tanah, efisiensi pupuk dapat ditingkatkan, biaya produksi ditekan, serta produktivitas lahan dapat dipulihkan secara alami.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pupuk yang diberikan, tetapi juga oleh seberapa hidup tanah yang dikelola. (T2)
