Namun, seperti banyak transformasi lainnya, tantangan terbesar tidak selalu terlihat di permukaan. Ia terletak pada keberanian untuk mengubah cara berpikir: dari sekadar memproduksi, menjadi mengoptimalkan; dari mengelola limbah, menjadi memonetisasi energi.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi ini tersedia. Jawabannya sudah lama ada. Yang tersisa adalah bagaimana memastikan model bisnisnya cukup layak, cukup menarik, dan cukup sederhana untuk diadopsi secara luas.
Di sanalah masa depan industri sawit—bukan di kebun yang terus meluas, tetapi pada bagaimana setiap tetes limbahnya diberi makna baru. (*)
Penulis: Idad S Haq / Dosen Teknologi Pengolahan Sawit (ITSB) dan instruktur pelatihan GHG Emission Calculation
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
