Kementan Ancam Cabut Izin Pabrik Sawit yang Beli TBS Sawit di Bawah Harga Acuan

oleh -301 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, mendorong pabrik kelapa sawit (PKS) agar segera menyesuaikan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit sesuai ketentuan daerah.

Selain pengawasan di sektor hulu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha hilir seperti refinery dan eksportir tetap melakukan transaksi normal dengan mengacu pada harga lelang KPBN.

Kementan meminta pelaku usaha menghindari praktik withdraw harga yang dapat menekan pembelian crude palm oil (CPO) dan berdampak langsung pada pelemahan harga TBS di tingkat petani.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono kembali menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak dimaksudkan untuk membebani pelaku usaha.

BACA JUGA: Musim Mas Salurkan 154 Sapi dan 69 Kambing Kurban untuk Masyarakat di Sekitar Operasional

Pemerintah menetapkan masa transisi implementasi kebijakan tersebut mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebelum diterapkan penuh pada 1 Januari 2027.

Menurutnya, DSI dibentuk bukan untuk mengambil keuntungan dari perdagangan ekspor sumber daya alam, melainkan untuk memperbaiki tata kelola dan menutup celah praktik perdagangan yang merugikan negara seperti under invoicing, under pricing, maupun transfer pricing.

“Objektifnya itu bukan untuk cari untung di DSI, bukan, tapi objektifnya adalah menertibkan. Yang tertib jalan terus, nah yang belum tertib ditertibkan,” ungkap Sudaryono.

BACA JUGA: POPSI Minta Pemerintah Pastikan Tata Niaga Sawit Tak Merugikan Petani dan Dorong Solusi Hulu

Kementan berharap setelah kesepakatan tersebut diumumkan tidak ada lagi praktik penekanan harga TBS di tingkat petani. Pemerintah juga meminta seluruh rantai industri sawit menjalankan perdagangan yang adil dan sehat mulai dari sektor hulu hingga hilir. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com