Menurut Amran, penurunan harga TBS saat itu tidak mencerminkan kondisi pasar global. Harga minyak sawit dunia sedang mengalami kenaikan, sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga menguat.
“Harga dunia naik, dolar menguat, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Hukum pasar berlaku di seluruh dunia, tetapi saat itu tidak tercermin pada harga yang diterima petani. Karena itu saya minta persoalan ini ditelusuri dan segera diperbaiki,” tegasnya.
Setelah kembali ke Indonesia, Mentan Amran langsung melakukan koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah berkomunikasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan tidak ada pihak yang memainkan tata niaga sawit hingga merugikan petani.
BACA JUGA: FORTASBI: Kelembagaan Petani Jadi Kunci Keberlanjutan dan Regenerasi Sawit
“Begitu saya kembali ke Indonesia, saya langsung menyurat kepada Pak Kapolri. Tangkap yang main-main, titik. Saya tidak ingin petani dirugikan. Ada sekitar 17 juta orang yang menggantungkan hidup pada sektor ini,” katanya.
Menurut Amran, langkah cepat yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Harga TBS yang sebelumnya tertekan kini berangsur membaik.
“Alhamdulillah sekarang harga sawit sudah mulai naik. Kenaikannya sudah mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dibandingkan saat persoalan itu pertama kali kami tangani,” ujarnya.
BACA JUGA: Impor Minyak Nabati India Naik 8 Persen, Minyak Kedelai Makin Kompetitif Tekan Minyak Sawit Olahan
Ia menegaskan, negara harus hadir untuk melindungi petani ketika terjadi persoalan yang berpotensi mengganggu kesejahteraan mereka. Karena itu, pengawasan terhadap tata niaga sawit akan terus diperkuat agar berjalan lebih adil dan transparan.
Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga mengajak mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional melalui inovasi, riset, dan kewirausahaan.
“Jangan berhenti mencoba. Gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berjuang, berani mencari solusi, dan hadir untuk menyelesaikan masalah rakyat,” pungkasnya. (T2)
