Salah seorang peserta, Nina, mengatakan pelatihan tersebut memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligus mengevaluasi praktik budidaya yang selama ini diterapkan.
“Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan selama pelatihan. Kami jadi lebih memahami bagaimana budidaya kelapa sawit yang baik dan benar. Pengetahuan ini tentu akan kami bawa pulang dan terapkan di kebun,” ungkapnya.
Kegiatan praktik lapang di PT Amal Tani – Perkebunan Tanjung Putri menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan penerapan teknis budidaya di lapangan serta mendiskusikan berbagai persoalan yang relevan dengan kondisi kebun pekebun.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I Agustus 2026 Tertinggi Rp3.910,50/Kg, Ini Daftar Plasma dan Swadaya
Dengan dukungan BPDP dan Ditjenbun serta pelaksanaan oleh Koompasia Enviro Institute, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong perubahan praktik budidaya di tingkat kebun. Peningkatan kompetensi pekebun diharapkan turut memperkuat produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Singkil. (T2)
