Kemerdekaan Ekonomi dan Jalan Panjang Koperasi Rakyat

oleh -716 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Jamaluddin, Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera.

Badan hukum dapat selesai dalam hitungan minggu. Koperasi membutuhkan kepercayaan anggota, transaksi, manajemen, modal, disiplin, pengalaman, dan waktu. Gedung dapat dibangun dengan anggaran, tetapi rasa memiliki tidak bisa dibeli.

Karena itu, koperasi harus lahir dari masalah nyata. Di satu desa mungkin pupuk, di desa lain harga gabah, angkutan sawit, penyimpanan ikan, gudang buah, kemasan, atau pasar.

Koperasi juga tidak boleh berhenti menjadi toko. Ia harus naik kelas: dari pengadaan bersama menuju pemasaran, angkutan, penyimpanan, pengolahan, merek, dan pasar.

BACA JUGA: GAPKI dan Forwatan Perkuat Komunikasi Sawit untuk Dorong Informasi yang Lebih Substantif

Tidak semuanya harus dimiliki satu koperasi. Yang penting arahnya jelas: semakin besar bagian ekonomi masyarakat yang mereka miliki sendiri.

 

Menuju 2045

Indonesia tinggal kurang dari dua puluh tahun menuju satu abad kemerdekaan. Kita sering bertanya seberapa besar ekonomi Indonesia pada 2045. Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah: ketika ekonomi Indonesia semakin besar, siapa yang akan memilikinya?

Ukuran keberhasilan koperasi tidak cukup jumlah koperasi atau omzet. Yang penting adalah berapa banyak hasil anggota yang dipasarkan bersama, biaya produksi yang diturunkan, aset yang dimiliki, modal yang dibangun sendiri, nilai tambah yang tinggal di anggota, dan seberapa kuat posisi tawarnya.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Diproyeksi Tetap Kuat pada Semester II 2026 Meski Stok Naik

Menuju 2045, koperasi perlu mengumpulkan ekonomi anggota yang tercerai-berai, memiliki aset yang menentukan posisi tawar, lalu menghubungkan koperasi agar mampu masuk ke industri, teknologi, pembiayaan, dan perdagangan berskala besar.

Kalau itu dilakukan, kita tidak perlu berperang melawan perusahaan besar. Kita cukup memastikan rakyat juga mempunyai perusahaan besar.

Pada akhirnya, kemerdekaan ekonomi bukan proyek membuat semua orang sama kaya. Tujuannya memastikan semakin banyak rakyat memiliki pilihan, posisi tawar, dan kepemilikan atas ekonomi yang mereka bangun sendiri.

BACA JUGA: Nanolignin dari TKKS Berpotensi Jadi Adsorben Ramah Lingkungan untuk Serap Timbal

Delapan puluh satu tahun lalu kita mengambil kembali hak menentukan masa depan bangsa. Kini tugasnya lebih sunyi dan panjang: mengorganisasikan kekuatan ekonomi rakyat sampai mereka mampu menentukan masa depannya sendiri.

Di situlah koperasi seharusnya bekerja. (*)

Ditulis: Jamaluddin, Ketua Koperasi Belayan Sejahtera

Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com