Menurut TA Securities, peningkatan stok terutama dipengaruhi kenaikan produksi dan penurunan penggunaan domestik, yang lebih besar dibandingkan perbaikan kinerja ekspor.
Secara tahunan, persediaan minyak sawit tercatat meningkat 24,3 persen, sementara ekspor tumbuh 4,8 persen. Di sisi lain, produksi, penggunaan domestik, dan impor masing-masing mengalami penurunan 1,1 persen, 19,5 persen, dan 6,9 persen.
TA Securities masih mempertahankan asumsi harga rata-rata CPO sebesar RM4.300 per ton untuk 2026.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (18/8), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat
Dengan kombinasi risiko cuaca, ketidakpastian geopolitik, program biodiesel Indonesia, dan dinamika stok di Malaysia, pergerakan harga CPO pada semester II 2026 diperkirakan tetap berada dalam kondisi yang sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan global. (T2)
