Kombinasi kuatnya permintaan biodiesel domestik Indonesia dan ketidakpastian terhadap dinamika produksi minyak sawit pada 2027, menurutnya, telah meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai ketersediaan pasokan ekspor tahun depan.
Dalam kondisi tersebut, harga minyak sawit diproyeksikan bertahan di atas RM4.600 per ton pada September dan berpeluang tetap berada di atas level tersebut hingga akhir tahun.
Produksi minyak sawit Malaysia sendiri secara musiman biasanya mencapai puncak pada September atau Oktober, sebelum memasuki fase penurunan produksi pada kuartal keempat.
BACA JUGA: KLK dan AAK Bangun Kilang Minyak dan Lemak Khusus di Johor, Target Beroperasi Penuh 2029
Sebelumnya, pada 18 Agustus, Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Malaysia, Dr Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan peluang El Niño berkembang ke kategori “sangat kuat” atau Super El Niño pada periode Oktober hingga Desember telah meningkat menjadi lebih dari 90 persen. (T2)
