Menjelang akhir pelatihan, peserta kembali memperdalam materi pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Praktik meliputi pengukuran pH tanah dan pupuk, perencanaan pemupukan untuk TBM dan TM, serta pengenalan konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dan penggunaan agensia hayati.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia perkebunan dapat dilakukan secara berlapis. Penguatan keterampilan petani yang saat ini mengelola kebun berjalan beriringan dengan upaya membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk mengenal dan mengembangkan kapasitas di sektor perkebunan kelapa sawit.
Selama enam hari, pelatihan di Palembang menjadi ruang pertemuan antara pengalaman petani, pengetahuan teknis dan pembahasan mengenai keberlanjutan sumber daya manusia dalam perkebunan kelapa sawit. (T2)
