BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Latih Petani Sawit Bengkulu Membuat Pupuk Organik

oleh -2.881 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT Sumatera
InfoSAWIT
Dok. PT CWE/ Pelatihan yang berlangsung selama sekitar lima hari di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, tersebut diikuti petani dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko.

InfoSAWIT, BENGKULU – Upaya menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus didorong melalui penguatan kompetensi petani. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan PT Citra Widya Education (CWE) menggelar pelatihan teknis pembuatan dan aplikasi pupuk organik bagi petani sawit di Provinsi Bengkulu.

Pelatihan yang berlangsung selama sekitar lima hari di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, tersebut diikuti petani dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit yang didanai BPDP melalui Kementerian Keuangan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Madeslianto, MS, mengatakan pelatihan khusus bagi peserta dari wilayahnya diikuti 162 orang, yang berasal dari kelompok pekebun kelapa sawit serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perkebunan yang terlibat sebagai panitia. Peserta dari Kabupaten Mukomuko juga mengikuti pelatihan tersebut.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 14–20 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.783,39 per Kg

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekebun agar mandiri dalam memproduksi serta mengaplikasikan pupuk ramah lingkungan guna menekan biaya produksi dan memperbaiki kesuburan tanah,” ujar Madeslianto, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (13/10/2026).

Perwakilan PT CWE, Y.B. Rodjimin, menekankan pentingnya mengubah cara pandang petani terhadap bahan organik yang tersedia di sekitar perkebunan. Pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit, kotoran ternak, hingga gulma dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik apabila dikelola dengan tepat.

Menurutnya, pupuk organik tidak serta-merta menggantikan seluruh kebutuhan pupuk anorganik. Penggunaannya perlu menjadi bagian dari sistem pemupukan berimbang yang mempertimbangkan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

BACA JUGA: Ekspor Biodiesel AS Anjlok 66% pada Agustus 2026, Impor Melonjak

“Jangan melihat pupuk organik hanya sebagai pupuk murah. Lihatlah pupuk organik sebagai bagian dari investasi terhadap tanah kita, karena tanah yang sehat merupakan modal utama untuk menghasilkan tanaman yang produktif,” kata Rodjimin.

 

Pupuk Organik Jadi Alternatif Menekan Biaya Produksi

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu alternatif bagi pekebun untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, terutama karena sektor perkebunan tidak lagi memperoleh subsidi pupuk.

Ia mengingatkan bahwa pembuatan dan penggunaan pupuk organik harus disertai pemahaman mengenai dosis, waktu, serta cara aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

BACA JUGA: 86 Pekebun Sawit Jambi Ikuti Pelatihan, Pelajari Pengelolaan Kebun dari Pembibitan hingga Pengendalian Hama

“Pupuk organik berperan dalam memperbaiki struktur dan kesuburan tanah,” ujarnya.

Sri Herlin juga berharap pelatihan tersebut dapat mendorong terbentuknya kelompok tani maupun kelompok usaha yang mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. Dengan demikian, pemanfaatan bahan organik tidak hanya mendukung kesehatan tanah, tetapi juga membuka peluang penghematan biaya pemeliharaan kebun.

Dari Kabupaten Mukomuko, Kepala Dinas Pertanian AM Azbas Novyan, yang hadir mewakili kepala dinas, memaparkan besarnya potensi perkebunan sawit di daerah tersebut. Luas kebun sawit milik masyarakat mencapai sekitar 108.000 hektare, sedangkan perkebunan perusahaan tercatat sekitar 52.000 hektare. Mukomuko juga memiliki 15 pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang beroperasi.

BACA JUGA: Mogok Kerja Buruh Panen Sawit PT SPMN Berlanjut, Tuntutan Rotasi Asisten Manajer Belum Dipenuhi

Pada tahap pertama pelatihan ini, sebanyak 29 petani dari Mukomuko diundang untuk mengikuti kegiatan. Azbas menyebutkan, penggunaan pupuk NPK di wilayahnya selama ini berkisar 2–4 kilogram per pokok sawit per tahun.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan kita dapat mengganti atau menekan penggunaan pupuk kimia tersebut dengan pupuk organik,” katanya.

 

Produktivitas Sawit Rakyat Jadi Perhatian

Mewakili Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Mula Putra menyampaikan bahwa Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 16,8 juta hektare, dengan 42,6% di antaranya dikelola pekebun rakyat. Meski menjadi produsen minyak sawit terbesar dunia, produktivitas kebun rakyat masih berada di kisaran 3,6 ton per hektare per tahun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Senin (12/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Mayoritas Menguat

Pemerintah, melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, mendorong tiga program utama pengembangan perkebunan kelapa sawit, yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), peningkatan sarana dan prasarana, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Di Provinsi Bengkulu, luas perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 426.000 hektare, dengan Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko menjadi wilayah penyumbang utama.

Mula Putra menilai pengembangan keterampilan petani dalam memanfaatkan pupuk organik menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas, terutama di tengah keterbatasan akses terhadap pupuk bersubsidi.


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com