infosawit

209 Petani Sawit Sawadaya Lakukan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Lahan Gambut



Ilustrasi lahan gambut
209 Petani Sawit Sawadaya Lakukan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Lahan Gambut

InfoSAWIT, JAKARTA - Pengelolaan budidaya sawit berkelanjutan di lahan gambut menjadi sangat penting. Hal ini menjadi tantangan yang unik, karena gambut menjadi areal yang mudah terbakar bila musim kering dan banjir tatkala musim penghujan, oleh karenanya pengendalian muka air pun menjadi kunci. Yang paling mengesankan adalah bahwa petani yang mengelola budidaya sawit ini adalah petani kecil yang telah mempelajari praktik pengelolaan terbaik dan memperoleh sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sebanyak 209 pekebun swadaya yang tergabung dalam Koperasi Beringin Jaya, berlokasi di Desa Kota Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, bersepakat untuk secara proaktif mengatasi tantangan terkait penanaman sawit di lahan gambut. Komitmen tersebut bukanlah pilihan yang mudah bagi Koperasi Beringin Jaya yang mengelola sekitar 372 hektar, di mana 97% di antaranya merupakan lahan gambut yang membutuhkan biaya lebih tinggi untuk pengelolaannya. Total luas lahan perkebunan sawit pekebun swadaya Koperasi Beringin Jaya terletak di luar kawasan hutan, dan Badri, salah satu pengurus Koperasi Beringin Jaya menyatakan bahwa kelembagaan koperasi tersebut resmi berdiri pada tahun 2010, bersamaan dengan penyerahan kebun sawit dari proyek Siak - 2 kepada masyarakat. 

“Kami telah menerima dukungan dan pendampingan terhadap praktik pertanian berkelanjutan dari Pemerintah Daerah Siak, World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Unilever sejak tahun 2017. Kami pun kemudian bergabung dengan RSPO pada bulan Februari 2020 dan telah memperoleh sertifikasi RSPO pada bulan April 2021.” katanya.

Badri menambahkan, keberhasilan koperasi dalam mengelola gambut diuntungkan lantaran sudah memiliki desain tata air yang lengkap berupa kanal primer, sekunder dan kanal batas luas.

Anggota koperasi sudah terorganisir ke dalam kelompok dengan struktur yang cukup baik, dengan pembinaan dari Dinas Koperasi. Pencatatan produksi dan penjualan sudah dilakukan dengan cukup detail. Namun demikian, para anggota belum menerapkan  praktik pengelolaan terbaik yang berkelanjutan seperti, pemantauan ketinggian air tanah dan penurunan muka tanah secara konsisten, perlindungan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), pencegahan kebakaran, serta perlindungan tenaga kerja dan Hak Asasi Manusia (HAM); inilah beberapa kriteria yang diuraikan dalam standar sertifikasi RSPO.  

 

Pengelolaan Air dan Api

Setelah menjadi anggota RSPO, koperasi segera menerapkan pengelolaan lahan gambut sesuai dengan standar RSPO dan ketentuan pemerintah, misalnya menjaga tinggi permukaan air tanah pada ketinggian 40 cm dengan pembuatan sekat kanal dan melakukan pemantauan secara berkala pada tinggi permukaan air tanah, subsidensi, permukaan air di saluran/ kanal. Termasuk melakukan pencegahan kebakaran dengan melakukan pelatihan regu pemadam kebakaran dan penyediaan fasilitas penanganan kebakaran.

Sementara dikatakan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Siak, Setya Hendro Wardhana, dari seluruh lahan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau terdapat beberapa tipe lahan yakni, aluvial, Fluviomarin, lahan gambut dan perbukitan, dimana proporsi lahan gambut ini meliputi 50,32% dari total lahan di Kabupaten Siak.

Lebih lanjut kata Setya Hendro, potensi lahan di Kabupaten Siak dalam pengaturan iklim meliputi, 29,2% tergolong Sangat Tinggi dan 14,4% tergolong Tinggi. Hal ini karena Kabupaten Siak masih memiliki tutupan lahan berupa hutan yang luas di kawasan konservasi dan hutan produksi, termasuk hutan tanaman industri di lahan mineral maupun lahan gambut. 

“Lahan gambut yang luas di Kecamatan Sungai Apit, Sungai Mandau, dan Dayun juga telah menyumbang peranan besar dalam pengaturan iklim melalui penyimpanan karbon,” catat Setya Hendro Wardhana dalam sebuah webinar bertajuk “Pengelolaan Gambut oleh Pekebun Swadaya dan Sertifikasi RSPO” akhir Agustus 2021 yang dihadiri InfoSAWIT.

Wardhana lebih lanjut mengatakan bahwa pengelolaan berkelanjutan di wilayahnya didukung oleh visi dan misi pemerintah Kabupaten Siak 2021-2026 yakni “Terwujudnya Kabupaten Siak yang Amanah, Sejahtera, dan Lestari dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis dan Budaya Melayu”, dimana salah satu misinya adalah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan pemajuan budaya Melayu.

Kabupaten Siak telah berkomitmen untuk menjadi Kabupaten Hijau, yang mendorong prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam (SDA) serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah Kabupaten Siak pun memiliki strategi untuk area Perkebunan dan Kehutanan, yakni diantaranya mengintensifkan perkebunan rakyat, mendorong Best management Practices (BMP) dengan pendekatan sesuai skema Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), ataupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Lantas, mengintensifkan dan membuka peluang pengembangan industri agro, dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk pengelolaan kawasan hutan secara lestari dan berkelanjutan. Kata Setya Hendro Wardhana, arah Kebijakan Siak Kabupaten Hijau pada Zona Perkebunan dan Kehutanan yakni pertama, memetakan kesiapan dan memfasilitasi perkebunan rakyat untuk mendapatkan ISPO/RSPO. Kedua, memfasilitasi perhutanan sosial dan wilayah kelola lainnya bagi masyarakat tempatan yang tujuannya sejalan juga dengan tujuan kabupaten hijau. Ketiga, terhadap kawasan lindung gambut, peat dome, atau kawasan penting High Conservation Value (HCV), High Carbon Stock (HCS) atau potensi pemanfaatan masyarakat tempatan yang belum dibebani izin, untuk tidak diberikan rekom/izin (kehutanan dan perkebunan). Terakhir,  kawasan lindung gambut yang telah diberikan izin, namun belum dibuka maka diarahkan untuk tetap dipertahankan sebagai kawasan hutan dan sistem tata air secara alami tetap dijaga. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi November 2021

 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit