InfoSAWIT, MAMUJU – Perkebunan kelapa sawit juga berkembang pesat di pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Barat (Sulbar). Dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Muhammad Idris Dp, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar devisa non migas di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Tutur Muhammad Idris, dengan produksi minyak sawit di Sulbar mencapi 261 ribu ton per tahun, nilai devisanya mampu mencapai Rp 2,3 triliun, atau menyumbang sekitar 90 persen dari total ekspor komoditas di Sulbar.
“Sawit merupakan komoditi andalan Sulbar karena menjadi penyumbang terbesar devisa non migas di Sulbar,” katanya di Mamuju, Rabu (7/9/2022), seperti dilansir Antara.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menurun, Dampak Pasokan Tinggi
Lebih lanjut kata dia, kelapa sawit juga merupakan salah satu komoditas unggulan dan penyumbang devisa terbesar non migas negara ini. Oleh karena itu pihaknya mendukung upaya peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan peningkatan sarana dan prasarananya.
Selain itu, kata Muhammad Idris, pemerintah Sulbar juga akan berupaya melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan sawit untuk memperbaiki tata kelola sawit Indonesia berkelanjutan. (T2)
