Transformasi Pasar Bersertifikat Minyak Sawit Global CSPO Butuh Dukungan Pasar Global

oleh -1188 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Dr. Inke van der Sluijs, Director Market Transformation RSPO

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Berkembangnya produk sawit berkelanjutan bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) berupa Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) masih butuh dukungan anggota RSPO lainnya, seperti dari sektor pedagang dan manufaktur.

Menurut Direktur Transformasi Marketing RSPO, Inke Van der Sluijs, melimpahnya CSPO yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit global termasuk Indonesia, faktanya masih butuh penyerapan yang tinggi di pasar global. Utamanya serapan dari para anggota RSPO dari sektor pedagang dan manufaktur. Lantaran keanggotaan RSPO bersifat sukarela, maka dibutuhkan partisipasi aktif semua anggota.

“Keanggotaan RSPO memang bersifat sukarela, sebab itu dibutuhkan inisiatif semua pihak, guna menjadikan CSPO sebagai sebuah norma bersama,” ujar Inke kepada InfoSAWIT, disela-sela Annual Roundtable Meeting on Sustainable Palm Oil (RT22) di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir November 2022 lalu.

BACA JUGA: Mekanisme Pengaduan di RSPO Belum Maksimal Selesaikan Banyak Kasus

Kendati CSPO digunakan sebagai ingredient (bagian dari bahan baku) suatu produk, namun menurut Inke, keberadaan CSPO telah menjadi bagian dari produk yang dihasilkan.

Inke menjelaskan bahwa keberadaan pasar Uni Eropa, yang sebagian besar, telah menggunakan CSPO sebagai ingredient produknya, masih sulit dituliskan dalam label produknya, alasannya produk tersebut hanya menggunakan sedikit CSPO sebagai salah satu Ingredient-nya.

“Banyak produk berbahan baku minyak sawit di Uni Eropa sudah menggunakan CSPO, tapi lantaran hanya sedikit digunakan sehingga tidak dicantumkan pada label produk tersebut,” ujar Inke.

BACA JUGA: RSPO Didorong Prioritaskan Pendekatan Yurisdiksi Untuk Minyak Sawit Berkelanjutan

Menurutnya, spesifikasi produk-produk di Uni Eropa, hanya mencantumkan bahan baku yang banyak digunakan pada produk, jika sedikit tidak dituliskan secara spesifik. “Sebab banyak menggunakan bahan baku lainnya, maka tidak semua bisa dicantumkan pada label produk,” kata Inke menerangkan.

Berdasarkan data RSPO, menurut Inke, sebagian besar pedagang dan manufaktur Uni Eropa sudah menggunakan CSPO sebagai konsumsi minyak nabatinya. “Kendati sudah besar menggunakan CSPO, pasar Uni Eropa masih terus meningkat kebutuhan akan CSPO bersertifikat RSPO,” tuturnya.

RSPO juga mengajak pasar-pasar besar akan minyak sawit, seperti Cina, India dan Indonesia, untuk berpartisipasi mendukung penggunaan CSPO sebagai pilihan minyak nabatinya. Menurutnya, dengan menggunakan CSPO, maka keberadaan minyak sawit berkelanjutan dapat menjadi norma bersama dalam kehidupan masyarakat global.

BACA JUGA: Sertifikasi RSPO, Masif Libatkan Lahan Petani Kelapa Sawit

“Keberadaan CSPO dapat menjadi norma bersama, sehingga mendukung keberlangsungan People, Planet dan prosperity kita bersama,” tandas Inke. (T1)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.