Penjualan Sawit Sumbermas Sarana Tumbuh 27 Persen

oleh -4.031 Kali Dibaca
infosawit
Dok. SSMS untuk InfoSAWIT/Salah satu pabrik kelapa sawit milik SSMS

InfoSAWIT, JAKARTA – Meningkatnya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan emiten perkebunan kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), yang mana sepanjang 2022 laba tahun berjalan diatribusikan entitas induk meningkat menjadi Rp 1,8 triliun ketimbang tahun 2021 sebesar Rp 1,5 triliun..

Lantas, merujuk laporan keuangan Sawit Sumbermas Sarana membukukan penjualan sebesar Rp 7,2 triliun, tumbuh sekitar 27% dari penjualan sebelumnya sebesar Rp 5,2 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan ini diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan 30% dari Rp 2,9 triliun menjadi Rp 4,2 triliun, sehingga turut berimbas pada laba kotor perseroan naik tipis dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 2,9 triliun,” kata manajemen seperti dilansir InfoSAWIT, dari Beritasatu.

BACA JUGA: Ditopang Pabrik Sawit Baru, Cisadane Sawit Raya Targetkan Produksi CPO Naik 25 Persen

Sementara, beban penjualan naik signifikan dari semula Rp 81,2 miliar menjadi Rp 215,5 miliar. Beban keuangan tumbuh dari Rp 540 miliar menjadi Rp 551 miliar. Termasuk beban umum dan administrasi yang melompat dari Rp 572 miliar menjadi Rp 690 miliar.

Laba per saham Sawit Sumbermas Sarana melejit sebesar Rp 192,90 per saham dikomparasikan dengan laba per saham tahun lalu sebesar Rp 159,11 per saham.

Tidak sampai situ saja, SSMS juga berhasil menekan jumlah liabilitas sepanjang tahun 2022 dengan membukukan liabilitas sebesar Rp 7,5 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 7,7 triliun. Sebaliknya, jumlah ekuitas justru naik dari Rp 6,10 triliun menjadi Rp 6,44 triliun.

BACA JUGA: ANJ Tetapkan Belanja Modal US$ 45 Juta di 2023

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Investor Daily, Rabu (29/3/2023) mencatat, total liabilitas dan ekuitas SSMS pun bertambah menjadi Rp 13,9 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 13,8 triliun.

Adapun dilihat dari sisi aset lancar, aset lancar perseroan mengalami penyusutan dari Rp 3,5 triliun menjadi rp 2,8 triliun. Berbeda dengan itu, aset tidak lancar malah naik dari Rp 10,3 triliun menjadi Rp 11 triliun. Fluktuasi aset lancar dan tidak lancar ini membuat total aset perseroan naik tipis menjadi Rp 13,9 triliun dari posisi aset tahun lalu sebesar Rp 13,8 triliun. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com