Dikala Wall Street Heboh ChatGPT, Justru Saham Emiten Sawit Kembali Menghijau Pekan Ini

oleh -1867 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARA Hebohnya pasar saham Wall Street, Amerika Serikat, akibat pesatnya kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) dan menimbulkan beragam opini akan kecerdasan buatan manusia (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT yang berkembang pesat hingga minggu ini. Di respon Bursa Efek Indonesia atau BEI, tanpa ada gejolak pasar yang berarti.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari senin hingga jumat kemarin (8-12 Mei 2023) tetap memberikan keuntungan besar bagi sebagian emiten sawit Indonesia. Keberadaan saham emiten sawit, tetap menjadi incaran para investor saham dengan mengamati berbagai aspek terkait kinerja korporasi yang masih melantai di BEI.


Berdasarkan pantauan redaksi InfoSAWIT, keberadaan saham emiten sawit papan atas, masih memiliki peluang cuan di masa depan. Seperti saham emiten SMAR atau PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk, yang mendapatkan keuntungan hingga 2,26% pada periode 8-12 Mei 2023, hingga perdagangan saham Jumat sore kemarin ditutup.

BACA JUGA: 8 Saham Emiten Sawit Unggul Pada Perdagangan Saham Jumat 12 Mei 2023

Selain itu, emiten baru NSSS atau PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk., juga mendulang untung paling besar, di Jumat (12/5) sore kemarin. Keuntungan dalam sepekan emiten NSSS mencapai 3,70%, melampaui emiten sawit lainnya.

Selain emiten sawit NSSS dan SMAR, keuntungan selama pekan ini, juga diraih emiten ANJT atau PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., dimana informasi mengenai investor saham bejo yaitu Lo Kheng Hong, sebagai pemilik saham publik terbesar ketiga berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan perusahaan yang telah di publish kepada publik. Masuknya investor bejo ini, telah mendorong ketertarikan para investor saham emiten sawit berinvestasi pada saham ANJT.

Kabar gembira pekan ini, juga berasal dari kenaikan harga saham emiten sawit SIMP atau Salim Ivomas Pratama Tbk dan emiten sawit LSIP atau PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera. Kedua perusahaan ini merupakan saudara kandung dari grup perusahaan milik Sudono Salim, konglomerat Indonesia.

BACA JUGA: Konsumsi Minyak Sawit Nasional Naik, Didorong Kebutuhan Pangan

Sepak terjang perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melantai di BEI ini, menjadi sorotan para pebisnis saham emiten sawit setiap harinya.

Kinerja Q1 yang telah dipublikasikan pada Maret – April 2023 lalu, menjadi salah satu indikator para pebisnis saham. Sebagai investor publik, para pebisnis saham juga menilai kepedulian perusahaan atas berbagai isu sosial dan lingkungan seputar perusahaan.

Adanya kemajuan teknologi Artificial Intelligence dalam dunia IoT di pasar saham Wall Street, bisa jadi akan mengguncang pasar saham di Indonesia pada pekan depan. Kendati, bisnis perkebunan kelapa sawit, masih terbilang minim penggunaan teknologi Internet, namun kemajuan pesat teknologi IoT akan turut berdampak bagi bisnis minyak sawit di masa mendatang. (T1)

Disclaimer: Tulisan ini hanya sebagai referensi bacaan yang bermutu. Tidak untuk mengajak atau mempengaruhi keputusan seseorang dalam berinvestasi. Segala tindakan yang diambil dalam berinvestasi saham, bukan menjadi tanggung jawab penulis.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com