“Sebagian besar peserta pada acara ini, berasal dari para Ketua KUD, Ketua Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian”, ungkapnya.
Senada juga dikatakan, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Muhammad Ihsan, SP, bahwa dana untuk perkebunan kelapa sawit rakyat dari BPDPKS yaitu melalui program PSR dan Sarpras di Dinas Pertanian. Kemudian adanya dana bantuan pengadaan pestisida, ada di Dinas tetapi yang mengajukan selama ini umumnya petani tanaman pangan dan hortikultura.
“Mengingat besarnya ancaman serangan Ganoderma dan kumbang tanduk, perlu ada yang mengajukan permohonan dana dari petani sawit,” Kata M. Ihsan menjelaskan.
BACA JUGA: Disbun Kaltim Dorong Perkebunan Sawit Rakyat Adopsi ISPO
Namun, Petani yang sudah menerima bantuan dana PSR, baru bisa mengajukan permohonan dana Sarpras setelah 4 tahun kemudian. Kegiatan Safari Ganoderma 2 yang juga dihadiri perusahaan perkebunan Kelapa sawit PTPN V, juga mendukung pemberantasan penyakit Ganoderma.
PT Perkebunan Nusantara V, sebagai pembina ASPEKPIR wilayah, diwakili oleh Manajer Plasma, Syamsu Rizal Lubis. “Ganoderma bononense, sudah dirasakan sebagai salah satu ancaman serius di perkebunan kelapa sawit di Riau. Karena itu pembekalan kepada petani sangat diperlukan”,katanya menegaskan. (T1)
