InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia naik pada Jumat (4/8/2023), padahal sebelumnya mengalami penurunan harga terendah selama sebulan terakhir pada sesi sebelumnya. Harga kontrak minyak sawit diprediksi mengalami penurunan mingguan.
Dilansir Reuters, harga kontrak benchmark minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Oktober 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 45, atau terdapat kenaikan sekitar 1,18%, menjadi RM 3.869 (US$ 851,27) per metrik ton selama awal perdagangan. Tercatat untuk harga kontrak dalam satu minggu ini tercatat turun 3,45%.
Para pedagang masih mencari perkiraan data pasokan yang akan diterbitkan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPO) yang akan dirilis pada 10 Agustus untuk menentukan arah harga minyak sawit selanjutnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Anggota Kopbun Persada Engkersik Lestari Peroleh Sertifikat ISPO
Sementara diungkapkan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken pada Kamis, (3/8/2023), pemerintah Amerika Serikat terus melakukan berbagai upaya guna memastikan Rusia dapat mengekspor makanan secara bebas bila ada kesepakatan baru, termasuk membuka potensi ekspor biji-bijian dari Ukraina melalui Laut Hitam dengan aman.
Masih dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 naik 0,4%, sedangkan kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 0,03%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1,1%.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Juli 2023 Naik 683 Ribu Ton
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global. (T2)
