InfoSAWIT, JAKARTA – Koperasi Produsen Perkebunan Persada Engkersik Lestari, sebuah koperasi yang beranggotakan petani kelapa sawit sawadaya berlokasi di desa Engkersik, Kecamatan Sekadau, Kalimantan Barat, pada Senin, 31 Juli 2023 menerima sertifikat ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil, di Jakarta.
Penyeaehan sertifikat ISPO tersebut secara simbolis dillakukan, Deputi II Bidangan Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Musdhalifah Machmud. Dalam penyerahan sertifikat ISPO tersebut pula dihadiri Bupati Kabupaten Sekadau, Aron serta Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto.
Koperasi Perkebunan Persada Engkersik Lestari bukanlah entitas yang berdiri sendiri, namun mereka merupakan bagian dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) yang telah membantu koperasi ini dalam menerapkan komitmen tanpa deforestasi, tanpa gambut, tanpa eksploitasi (NDPE), serta perlindungan hutan. Kolaborasi dengan SPKS menunjukkan keberpihakan mereka terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dalam produksi kelapa sawit, yang merupakan sektor penting di Indonesia.
BACA JUGA: Harga Saham Sawit Kamis 3 Agustus 2023 Naik Hingga 5,75 Persen
Saat ini, koperasi dan anggotanya telah berkomitmen untuk menerapkan praktik minyak sawit berkelanjutan sesuai dengan standar, prinsip, dan kriteria yang ditetapkan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). RSPO adalah badan yang berfokus pada pengembangan minyak sawit berkelanjutan, dan persiapan sertifikasi RSPO telah menjadi salah satu upaya penting bagi Koperasi Perkebunan Persada Engkersik Lestari. Di samping itu, koperasi juga mengikuti kebijakan nasional minyak sawit berkelanjutan yang berlaku di Indonesia, menunjukkan keseriusan mereka dalam mendukung praktik keberlanjutan yang berkelanjutan.
Dengan lebih dari 300 anggota, Koperasi Perkebunan Persada Engkersik Lestari telah menempuh perjalanan panjang dalam mengupayakan perubahan positif dalam industri kelapa sawit. Pada tahun 2022, sebanyak 156 anggotanya telah berhasil memenuhi target untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, menandakan kesungguhan mereka dalam mencapai praktik berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dengan adanya sertifikasi ISPO, koperasi ini kini semakin diakui secara resmi dalam menjalankan kegiatan produksi kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Upaya Koperasi Perkebunan Persada Engkersik Lestari dan kolaborasi dengan SPKS sebagai wadah representatif petani kelapa sawit, berkontribusi besar dalam mendorong industri kelapa sawit di Indonesia untuk lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Langkah-langkah keberlanjutan yang ditempuh oleh koperasi ini telah memberikan contoh yang baik bagi produsen kelapa sawit lainnya untuk mengikuti jejak yang sama.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 4-10 Agustus 2023 Turun Tipis Rp 1,25/kg, Cenderung Stagnan
Komitmen mereka terhadap tanpa deforestasi, tanpa gambut, tanpa eksploitasi (NDPE), serta perlindungan hutan membuktikan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit dapat tumbuh dan berkembang dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. (T2)
