Cegah Karhutla, GAPKI Kalteng dan TMC Lakukan Modifikasi Cuaca

oleh -3.267 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. GAPKI untuk InfoSAWIT/Cegah Karhutla, GAPKI Kalteng dan TMC Lakukan Modifikasi Cuaca.

KALIMANTAN TENGAH – Tahun ini hampir sebagian Indonesia akan mengalami cuaca kering ekstrim akibat adanya siklus El-nino. Fenomena alam ini diprediksi bakak memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terutama di semak belukar, area gambut dan lahan terlantar (tidak dikelola). Untuk memitigasi resiko karhutla, GAPKI cabang Kalteng melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama dengan pemerintah.

Ketua Bidang Lingkungan dan ISPO GAPKI Kalteng, Sutto Suwahyo menegaskan komitmen GAPKI dalam merangkul para pemangku kepentingan secara lebih dini sebagai upaya memitigasi resiko  Karhutla. Diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana di seluruh perusahaan anggota GAPKI, mengedukasi masyarakat dan petani kelapa sawit sekitar, juga melakukan TMC di masa El-Nino.

“Setiap hari kami melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap seluruh wilayah Kalteng. Dari hasil evaluasi tersebut akan diputuskan daerah mana yang rawan dan menjadi prioritas pelaksanaan TMC. Kami tidak ingin kejadian kebakaran lahan terulang lagi. Maka sebelum itu terjadi, kami aktif melakukan upaya-upaya pencegahan,” tegas Sutto dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA: GAPKI: EUDR Bisa Munculkan Konflik Sosial di Lapangan, Berikut Sebabnya..

TMC merupakan program pemerintah dalam memitigasi resiko panas ekstrim akibat El-nino. GAPKI cabang Kalteng mendukung pemerintah dalam upaya tersebut selama enam hari yakni dari tanggal 25 sampai dengan 30 Agustus 2023. Sasarannya seluruh area Kalteng memiliki tingkat kelembapan paling rendah atau sangat kering.

Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Riau menjadi daerah yang rentan terhadap kasus karhutla. Menurut data BRIN, selama bulan Agustus sudah ditemukan lebih dari 60 hotspot di beberapa titik di Kalteng.

“Secara historis, curah hujan wilayah Kalteng pada bulan Agustus 2023, hingga tanggal 24 menunjukan penurunan dibanding rata-rata historisnya. Hal ini menunjukan el nino yang sangat besarnya pengaruhnya di Kalteng. Diharapkan dengan TMC, tidak hanya meminimalisir hotspot tapi kami berambisi agar zero hotspot di Kalteng,” ungkap Koordinator Lapangan TMC Kalteng, Chandra Fadlillah.

BACA JUGA: Regulasi Bursa CPO Masuk Tahap Telaah Hukum di Kemenhumkan, Ketentuan Ekspor Diubah

Sesuai dengan Inpres No. 3 Tahun 2020, TMC telah menjadi bagian dari strategi nasional dalam mitigasi dan penanggulangan karhutla. TMC dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diantaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan pemangku kepentingan setempat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com