InfoSAWIT, MUMBAI – Harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia naik pada awal perdagangan Rabu (11/10/2023), dari sebelumnya harga melorot ke level terendah selama tiga setengah bulan terakhir. Kenaikan harga ini mengikuti kenaikan harga minyak kedelai di tengah harapan kegiatan ekspor akan membaik.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Desember 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 27 per ton atau terdapat kenaikan sekitar 0,76%, menjadi RM 3,592 (US$ 760,21) per metrik ton di awal perdagangan.
Sementara, harga kontrak minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,54%, pada pukul 02.55 GMT.
BACA JUGA: Sepanjang 2022, Berkat Biodiesel Sawit Emisi Turun Setara 27,8 Juta CO2e
Merujuk perkiraan surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 Oktober naik 12,5% menjadi 29,6% dibandingkan bulan lalu. Lantas, stok minyak sawit Malaysia pada akhir September naik 9,6% menjadi 2,31 juta ton, level tertinggi dalam 11 bulan, merujuk laporan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB).
MPOB juga mencatat produksi minyak sawit mentah naik 4,33% pada bulan September menjadi 1,83 juta ton bulan ke bulan, sementara ekspor minyak sawit turun menjadi 1,2 juta ton.
Impor minyak sawit India pada bulan September turun 26% dari bulan sebelumnya setelah persediaan melonjak ke tingkat rekor tertinggi.
BACA JUGA: Berikut 7 Harga Saham Sawit Naik, Tertinggi Emiten CSRA Melonjak 1,81 Persen
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya telah menyelesaikan uji terbang menggunakan bahan bakar jet campuran minyak sawit pada pesawat Boeing 737-800NG. (T2)
