InfoSAWIT, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, secara tegas mendesak Polri untuk mengusut tuntas dugaan kasus perbudakan yang terjadi di Perusahaan Perkebunan kelapa Sawit PT Bintang Sawit Lestari (BSL) di Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT pada Jumat (24/11), Netty menekankan pentingnya penyelidikan yang transparan, serta memastikan bahwa semua pelaku dihukum karena tindakan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
Sebelumnya, lima pekerja perkebunan kelapa sawit PT Bintang Sawit Lestari (BSL) di Kecamatan Sekadau Hulu, Kalimantan Barat, diyakini telah disekap dan dianiaya oleh rekan kerja mereka. Mereka melarikan diri dari perkebunan setelah mengalami perlakuan yang tidak adil, seperti pemotongan gaji yang tidak wajar. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sekadau, Iptu Rahmad Kartono, mengonfirmasi bahwa tujuh karyawan perusahaan telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Netty Prasetiyani menegaskan bahwa penyelidikan Polri harus mencakup semua pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya perintah dari atasan. Ia meminta agar seluruh pelaku, tanpa memandang level jabatan, diproses secara hukum. Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini juga mengingatkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk aktif melibatkan diri dalam melindungi hak-hak pekerja.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kembali Turun 0,57 Persen, Namun Harga Mingguan Naik pada Jumat (24/11)
“Negara harus hadir dalam setiap hubungan industrial yang terjadi. Jangan biarkan rakyat terjun bebas bertarung sendiri dalam upaya mencari penghidupan,” tegas Netty.
Menurutnya, Kemnaker harus turut serta dalam menyelesaikan dugaan kasus penyekapan ini dan memberikan pendampingan kepada para korban untuk memastikan mereka mendapatkan hak-haknya, terutama jika terbukti adanya pemotongan gaji yang tidak wajar.
Netty Prasetiyani memandang peran Kemnaker sebagai penting dalam menegakkan keadilan dan melibatkan negara dalam melindungi pekerja. Dengan adanya desakan tersebut, diharapkan penyelidikan terkait dugaan perbudakan di PT Bintang Sawit Lestari dapat berjalan dengan transparan dan adil, serta memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat. (T2)
