Sementara untuk negara-negara Asean yang paling banyak menghasilkan inovasi kelapa sawit ialah Malaysia dan Singapura masing-masing mencapai 1,06% dan 0,46% dari total inovasi kelapa sawit yang dihasilkan di dunia. Sementara untuk Indonesia sendiri baru menghasilkan inovasi sebanyak 0,04% masih di atas Thailand yang mencapai 0,05%. (Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2012)
Riset Sawit di Genjot
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengambil langkah proaktif melalui Program Penelitian dan Pengembangan Sawit. Program ini bertujuan untuk memperkuat, mengembangkan, dan memberdayakan industri sawit Indonesia di sektor hulu dan hilir. Upaya ini dimulai dengan mendorong minat mahasiswa Indonesia dalam penelitian kelapa sawit, menciptakan landasan bagi perkembangan industri sawit nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, menjelaskan bahwa program penelitian dan pengembangan yang dikelola BPDPKS melibatkan sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah Program Grant Riset Sawit, yang terbagi menjadi dua jalur seleksi: jalur seleksi dan jalur inisiatif.
BACA JUGA: Distan Mukomuko Ajukan Program Peremajaan Sawit Rakyat 1.644 Ha di 2024
“Program ini dirancang untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fokus utamanya meliputi peningkatan produktivitas dan efisiensi, keberlanjutan, penciptaan produk dan pasar baru, serta peningkatan kesejahteraan petani,” katanya saat saat memberikan sambutan pada pada kegiatan Pekan Riset Sawit Indonesia 2023 (PERISAI 2023) dengan tema “Reinforcing Palm Oil Industry in Combating Global Challenges through Technological Innovation” di The Westin Surabaya, dihadiri InfoSAWIT, pada akhir Oktober 2023.
Lebih lanjut tutur Eddy, sejak dimulai pada tahun 2015, Program Grant Riset Sawit telah mendanai 329 kontrak kerjasama dengan 88 lembaga penelitian di 19 provinsi, melibatkan 1.202 peneliti.
Dalam rangka komersialisasi hasil penelitian, BPDPKS bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) untuk menilai kesiapan teknologi yang dihasilkan dari riset yang didanai melalui Program Grant Riset Sawit.
BACA JUGA: Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2024 Kembali Dibuka
Tercatat sebanyak 30 invensi hasil penelitian siap untuk komersialisasi, beberapa di antaranya telah menarik minat investor dengan perjanjian kerahasiaan teknologi. Kata Eddy, melalui Program Penelitian dan Pengembangan Sawit ini, BPDPKS berkomitmen untuk membangun industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing tinggi. (baca lebih lengkap Majalah InfoSAWIT Edisi November 2023). (T2)
