Pertimbangan Praktis Penerapan Mekanisasi di Perkebunan Sawit

oleh -10.720 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi mekanisasi pemupukan di Perkebunan Sawit.

Untuk memenuhi pola mekanisasi di perkebunan kelapa sawit, maka lahan dan jalan harus dipersiapkan. Untuk jalur panen, jalur harus dipadatkan sebelum mini traktor memasuki jalur panen. Jika tidak di persiapkan, terjadi kerusakan serius pada jalur panen maka akan menjadi kontra-produktif.

Pada kondisi medan berbukit, teras yang luas (5 m) harus dibuat untuk memudahkan gerakan traktor mini. Setelah mekanisasi dimulai, sangat penting bahwa prioritas utama diberikan kepada tingkat kinerja mesin dengan pencegahan kerusakan lewat pemeliharaan preventif kenderaan dan cara kerja yang lebih baik.

Dengan mekanisasi pengumpulan buah TBS (mechanically assisted infield collection) dan aplikasi pemupukan, rasio perbandingan manusia 1: 20 ha, bisa ditargetkan untuk setiap estate (dibandingkan dengan cara tradisional yang hanya memiliki rasio 1: 10 ha). Untuk permulaan  untuk pola mekanisasi, disarankan bagi para Pekebun mencoba melakukan pengumpulan TBS dari jalur panen untuk permulaan sebagai hal yang sama memiliki dampak besar pada meningkatnya produktivitas sementara tenaga kerja berkurang.

BACA JUGA: Pemkab Katingan Terbitkan 246 STDB untuk Luasan 952,94 hektare

Ini bisa dilihat dari tingkat rasio pekerja dimana sebelumnya perbandingannya mencapai 1: 12 ha, disaat menggunakan mekanisasi dengan traktor yang efektif bisa meningkatkan produktivitas pekerja, paling sedikit meningkat sekitar 30% atau rasio perbandingannya menjadi 1: 20 ha.

Proyek percontohan paling baik dimulai untuk satu Divisi, katakanlah dengan lahan seluas 1000 ha dengan muatan hasil rata-rata sekitar 18 ton/ha. Para pekebun disarankan tidak cenderung untuk menguji dengan satu traktor mini saja, karena dari data yang didapat lewat pemantauan tidak akan mewakili sistem pengangkutan untuk jangka panjang.

Sebuah traktor / trailer mini harus dapat mengangkut sekitar 20 ton/hari dan atas dasar ini untuk satu unit harus dialokasikan untuk areal seluas 200 ha. Oleh karena itu untuk 1000 ha maka akan dibutuhkan sebanyak 5 unit kerja. Akan menjadi bijaksana untuk menambahkan unit cadangan lain ke sistem ini. Menyiapakan cadangan untuk mengantisipasi ketika salah satu unit  mengalami kerusakan dan butuh waktu selama perbaikan.

BACA JUGA: PT SMART Peroleh Alokasi Kontrak Biodiesel Sawit 1,5 Juta Kl

Dengan cara ini, maka pengambilan buah tidak akan terhambat dan berjalan konsisten, sehingga efisiensi mesin dapat dipertahankan. Sebuah bengkel/bergerak harus mengikuti tim yang terdiri dari 5 traktor mini untuk memastikan perbaikan segera dilakukan di lapangan dan tidak boleh ada unit yang kembali ke bengkel kecuali kerusakan besar dialami. Ban cadangan harus dibawa ke lapangan setiap hari. Semua operator harus dilatih tentang perawatan pencegahan, dan pemeriksaan harian harus dilakukan oleh mereka selama pengumpulan, dengan daftar periksa yang  diberikan.

Penulis: Vijaya K Menon / VKR Menon Resources

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT edisi Juli 2018


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com