Untuk memenuhi pola mekanisasi di perkebunan kelapa sawit, maka lahan dan jalan harus dipersiapkan. Untuk jalur panen, jalur harus dipadatkan sebelum mini traktor memasuki jalur panen. Jika tidak di persiapkan, terjadi kerusakan serius pada jalur panen maka akan menjadi kontra-produktif.
Pada kondisi medan berbukit, teras yang luas (5 m) harus dibuat untuk memudahkan gerakan traktor mini. Setelah mekanisasi dimulai, sangat penting bahwa prioritas utama diberikan kepada tingkat kinerja mesin dengan pencegahan kerusakan lewat pemeliharaan preventif kenderaan dan cara kerja yang lebih baik.
Dengan mekanisasi pengumpulan buah TBS (mechanically assisted infield collection) dan aplikasi pemupukan, rasio perbandingan manusia 1: 20 ha, bisa ditargetkan untuk setiap estate (dibandingkan dengan cara tradisional yang hanya memiliki rasio 1: 10 ha). Untuk permulaan untuk pola mekanisasi, disarankan bagi para Pekebun mencoba melakukan pengumpulan TBS dari jalur panen untuk permulaan sebagai hal yang sama memiliki dampak besar pada meningkatnya produktivitas sementara tenaga kerja berkurang.
BACA JUGA: Pemkab Katingan Terbitkan 246 STDB untuk Luasan 952,94 hektare
Ini bisa dilihat dari tingkat rasio pekerja dimana sebelumnya perbandingannya mencapai 1: 12 ha, disaat menggunakan mekanisasi dengan traktor yang efektif bisa meningkatkan produktivitas pekerja, paling sedikit meningkat sekitar 30% atau rasio perbandingannya menjadi 1: 20 ha.
Proyek percontohan paling baik dimulai untuk satu Divisi, katakanlah dengan lahan seluas 1000 ha dengan muatan hasil rata-rata sekitar 18 ton/ha. Para pekebun disarankan tidak cenderung untuk menguji dengan satu traktor mini saja, karena dari data yang didapat lewat pemantauan tidak akan mewakili sistem pengangkutan untuk jangka panjang.
Sebuah traktor / trailer mini harus dapat mengangkut sekitar 20 ton/hari dan atas dasar ini untuk satu unit harus dialokasikan untuk areal seluas 200 ha. Oleh karena itu untuk 1000 ha maka akan dibutuhkan sebanyak 5 unit kerja. Akan menjadi bijaksana untuk menambahkan unit cadangan lain ke sistem ini. Menyiapakan cadangan untuk mengantisipasi ketika salah satu unit mengalami kerusakan dan butuh waktu selama perbaikan.
BACA JUGA: PT SMART Peroleh Alokasi Kontrak Biodiesel Sawit 1,5 Juta Kl
Dengan cara ini, maka pengambilan buah tidak akan terhambat dan berjalan konsisten, sehingga efisiensi mesin dapat dipertahankan. Sebuah bengkel/bergerak harus mengikuti tim yang terdiri dari 5 traktor mini untuk memastikan perbaikan segera dilakukan di lapangan dan tidak boleh ada unit yang kembali ke bengkel kecuali kerusakan besar dialami. Ban cadangan harus dibawa ke lapangan setiap hari. Semua operator harus dilatih tentang perawatan pencegahan, dan pemeriksaan harian harus dilakukan oleh mereka selama pengumpulan, dengan daftar periksa yang diberikan.
