Sementara itu, ia mengatakan bahwa analisis data awal menunjukkan bahwa pajak ekspor dan retribusi minyak kelapa sawit Indonesia mungkin akan naik untuk periode 1-15 Februari, yang dapat mendukung harga minyak kelapa sawit Malaysia jika ini terwujud. Sebelumnya, ia juga memprediksi prospek permintaan yang membaik menjelang bulan-bulan perayaan.
Pada penutupan, kontrak spot Februari 2024 naik RM34 menjadi RM3,997 per ton, Maret 2024 naik RM43 menjadi RM4,003 per ton, dan April 2024 menambah RM46 menjadi RM3,994 per ton.
Mei 2024 mengalami kenaikan RM45 menjadi RM3,955 per ton, Juni 2024 naik RM51 menjadi RM3,899 per ton, dan Juli 2024 meningkat RM54 menjadi RM3,839 per ton.
BACA JUGA: Prospek Harga CPO di 2024: Peningkatan Permintaan Menjelang Hari Raya dan Tahun Politik
Volume perdagangan meningkat menjadi 64,748 lot dari 60,483 pada Selasa, namun minat terbuka berkurang menjadi 209,735 kontrak dari 210,359 kontrak sebelumnya.
Harga CPO fisik untuk wilayah Selatan Februari naik RM50 menjadi RM4,030 per ton.
BACA JUGA: Pertimbangan Praktis Penerapan Mekanisasi di Perkebunan Sawit
Pasar akan tutup besok dalam rangka perayaan Thaipusam dan akan kembali beroperasi pada hari Jumat. (T2)
