InfoSAWIT, PALEMBANG – Pada periode 2017 hingga 2023, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan mencatat pencapaian program peremajaan sawit rakyat (PSR) sebesar 69.965 hektare. Kepala Bidang PSR Dinas Perkebunan Sumsel, Muhammad Ikhwan menyampaikan, bahwa luas tersebut merupakan hasil dari rekomendasi teknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan.
Realisasi PSR di Sumsel melibatkan tumbang chipping seluas 49.170 hektare dan sawit yang sudah tertanam seluas 46.615 hektare. Program ini melibatkan 29.307 pekebun dengan jumlah kepala keluarga mencapai 27.778. Penyebaran program mencakup sembilan kabupaten dan kota di antaranya Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Prabumulih, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, dan Lahat.
Meskipun target PSR hingga tahun 2023 ditetapkan sebesar 15.050 hektare, realisasi yang berhasil dicapai mencapai 11.639 hektare. Meskipun tidak semua target terpenuhi, Sumsel menjadi provinsi dengan realisasi terluas dalam program PSR.
BACA JUGA: Kamsen Saragih: Ada Kepuasan Saat Membangun Kebun Sawit
Besaran dana yang terlibat dalam program ini mencapai Rp1,4 triliun, dengan realisasi dana sebesar Rp1,1 triliun. Dana tersebut berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Perkebunan. Program peremajaan kelapa sawit ini memiliki biaya sekitar Rp30 juta per hektare.
Ditulis Antara, Muhammad Ikhwan juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi dalam realisasi PSR. Kendala tersebut meliputi persoalan administrasi terkait legalitas lahan, adanya lahan yang berada di kawasan hutan, dan tumpang tindih dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang harus diurus. Selain itu, terdapat keterlambatan dalam kelengkapan dokumen persyaratan oleh kelompok tani terkait legalitas dan syarat lainnya.
BACA JUGA: Gubernur Riau Sebut Ada 4 Pemicu Munculnya Konflik Masyarakat Dengan Perusahaan Sawit
Dengan capaian yang telah diraih, program peremajaan sawit rakyat di Sumatera Selatan memberikan dampak positif terhadap sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan para pekebun yang terlibat dalam program ini. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, upaya terus dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan demi keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. (T2)
