InfoSAWIT, MUBAI – Impor minyak sawit India pada bulan Januari mengalami penurunan lebih dari 12% dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir. Hal ini disebabkan harga minyak sawit mentah (CPO) dianggap lebih mahal dibanding harga minyak kedelai sebagai alternatif utama.
Badan perdagangan terkemuka menyampaikan bahwa pembelian yang lebih rendah oleh importir minyak nabati terbesar di dunia ini berpotensi meningkatkan persediaan minyak sawit di produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, serta menekan kontrak berjangka FCPO.
Data yang dirilis Solvent Extractors’ Association of India (SEA), yang berbasis di Mumbai, menunjukkan bahwa impor minyak sawit pada bulan Januari turun sekitar 12,4% menjadi 782.983 metrik ton. Sementara itu, impor minyak kedelai naik 23,7% menjadi 188.859 ton, dan impor minyak bunga matahari turun sekitar 15,6% menjadi 220.079 ton. Hal ini terjadi karena harga minyak bunga matahari menjadi mahal akibat tarif angkutan yang lebih tinggi, menyusul serangan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah.
BACA JUGA: Permintaan Diyakini Masih Kuat, Meski Harga Minyak Sawit Tinggi
Total impor minyak nabati India turun sebesar 8,4% menjadi 1,20 juta ton, dikarenakan penurunan impor minyak sawit dan minyak bunga matahari. Margin penyulingan minyak sawit yang negatif dibandingkan dengan margin positif pada minyak kedelai telah mendorong peralihan dari minyak sawit ke minyak kedelai dalam beberapa minggu terakhir.
Dilansir Reuters, seorang dealer dengan rumah perdagangan global yang berbasis di New Delhi menyatakan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, impor minyak sawit dapat terus turun untuk memberikan ruang bagi pengiriman tambahan minyak kedelai, yang harganya lebih murah.
BACA JUGA: Permintaan Minyak Sawit Melorot, Lantaran Harga Minyak Kedelai dan Bunga Matahari lebih Murah
Harga minyak sawit mentah (CPO) ditawarkan sekitar US$ 932 per metrik ton, termasuk biaya, asuransi, dan pengangkutan (CIF), di India untuk pengiriman bulan Maret. Sementara itu, minyak kedelai dan minyak bunga matahari ditawarkan masing-masing sekitar US$ 919 dan US$ 925 per ton. (T2)
