InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Meskipun harga minyak sawit berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, permintaan dari industri diyakini akan masih tetap kuat, demikian menurut para dealer di Singapura.
Di Pakistan, misalnya, minyak sawit memiliki peran vital dalam pembuatan ghee vanaspati, sebuah pengganti mentega murni yang lebih ekonomis. Rasheed JanMohd, CEO Westbury Group berbasis di Karachi, mengatakan bahwa permintaan akan tetap ada untuk produk tersebut di tengah kenaikan harga minyak sawit.
Sementara itu, minyak kelapa sawit diperkirakan akan mempertahankan kualitas premiumnya setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia serta meningkatnya permintaan biodiesel di Indonesia.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik Tipis Cenderung Stagnan Pada Senin (12/2)
Dikutip InfoSAWIT dari moneycontrol.com, seorang pedagang minyak nabati berbasis di Kuala Lumpur mengungkapkan bahwa stok minyak sawit menurun di negara-negara produsen, memberikan mereka keunggulan untuk menaikkan harga.
Dalam situasi ini, meskipun harga minyak sawit terus meningkat, permintaan dari industri masih dianggap stabil. Ini menunjukkan bahwa sektor industri tetap menjadi pendorong utama permintaan, bahkan di tengah fluktuasi harga yang signifikan.
BACA JUGA: Permintaan Minyak Sawit Melorot, Lantaran Harga Minyak Kedelai dan Bunga Matahari lebih Murah
Dengan demikian, meskipun mungkin terjadi penurunan konsumsi rumah tangga, permintaan yang kokoh dari sektor industri diyakini akan memberikan dukungan bagi harga minyak sawit dalam waktu dekat. (T2)
