Sang Duta Besar Sawit, Sosok yang Gigih (Tulisan 2)

oleh -10.496 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Derom Bangun.

Setelah delapan bulan,  akhirnya Derom  mendapatkan rancangan pabrik pengolahan aspal tersebut. Derom menulis laporan penelitian dan mempresentasikannya di hadapan para dosen, orang-orang Departemen Perdatam dan orang-orang dari Departemen PU. Pemaparan hasil penelitian Derom diterima. Derom mendapat nilai cukup baik.

Pada saat penyusunan skripsi untuk ujian kelulusan, Derom mengangkat tema skripsi tentang rancangan pabrik pengolahan aspal untuk atas rumah. Tjiook Tiauw Kien menjadi pembimbing penulisan skripsi. Untuk mengejar waktu kelulusan, Derom menulis konsep skripsi dengan menggunakan tulisan tangan  dan meminta seorang pegawai perpustakaan untuk mengetik ulang tulisan itu dengan menggunakan mesin tik milik Derom di rumahnya. Mesin tik itu merek Underwood yang didatangkan dari Berastagi.

Ujian terakhir dilangsungkan tanggal 29 September 1966. Beberapa dosen lain juga turut menguji skripsi Derom Derom pun dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar insinyur teknik kimia. 

 

Gigih saat Bekerja di PT Socfindo

Setelah menyandang gelas insinyur, Derom kembali ke daerah kelahirannya. Dia meniti karier di PPN ex Socfin (sekarang PT Socfindo) sebagai tekniker II.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Maret 2024 Naik Rp 131,9/kg, Cek Harganya..

Derom  bekerja dengan gigih. Misalnya,  saat harus mengirimkan ketel uap merek Vickers Hoskins seberat 27 ton dari pelabuhan Belawan untuk digunakan di pabrik Bangun Bandar dan Lae Butar, di Aceh Selatan. Setelah bekerja siang malam, akhirnya ketel uap itu berhasil dibawa ke pabrik untuk dipasangkan. 

Dengan kegigihannya, Derom memberikan konstribusi yang besar  di perusahaan tempatnya bekerja. Kariernya pun menanjak dari tekniker II, staf urusan teknologi di kantor pusat, kepala urusan teknologi,  kepala bagian teknik dan teknologi dan akhirnya penasehat direksi.

 

Gigih untuk Mendapatkan Gadis Impiannya

Karena kegigihannya Derom  berhasil mendapatkan gadis impiannya,  Jendamita br Sembiring, yang ketika itu bunga kampus (mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara)  dan banyak pria yang tertarik dan mengincarnya. Untuk pendekatan,  Derom menawarkan Mita bimbingan mata kuliah stastistik yang sulit dipahaminya.  Usaha itu tidak sia-sia, lama kelamaan  Mita pun menunjukkan rasa sukanya kepada Derom. Setelah melalui prosesi lamaran, akhirnya pesta adat pernikahan dilangsungkan  pada 16 Juni 1968. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak,  dua orang putra dan satu orang putri.

BACA JUGA: Airlangga Hartarto: Peta Jalan Perbaikan Tata Kelola Sawit Tetap Dilanjutkan, Serta Dana PSR Jadi Rp 60 Juta/Ha

 

Gigih Membangun Perusahaan

Iklim usaha sawit yang cerah menimbulkan keinginan Derom untuk membuka kebun sawit.

Dalam membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit,  Derom menghadapi tantangan yang tidak sedikit antara lain topografi kebun, kondisi kebun,  masalah dana,  dan masalah sosial. Kegigihan,   membuat Derom sukses membangun usaha perkebunan kelapa sawit dan perusahaan jasa konsultan pabrik,  dari satu perusahaan perkebunan sawit menjadi tiga perusahaan perkebunan sawit.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com