Setelah delapan bulan, akhirnya Derom mendapatkan rancangan pabrik pengolahan aspal tersebut. Derom menulis laporan penelitian dan mempresentasikannya di hadapan para dosen, orang-orang Departemen Perdatam dan orang-orang dari Departemen PU. Pemaparan hasil penelitian Derom diterima. Derom mendapat nilai cukup baik.
Pada saat penyusunan skripsi untuk ujian kelulusan, Derom mengangkat tema skripsi tentang rancangan pabrik pengolahan aspal untuk atas rumah. Tjiook Tiauw Kien menjadi pembimbing penulisan skripsi. Untuk mengejar waktu kelulusan, Derom menulis konsep skripsi dengan menggunakan tulisan tangan dan meminta seorang pegawai perpustakaan untuk mengetik ulang tulisan itu dengan menggunakan mesin tik milik Derom di rumahnya. Mesin tik itu merek Underwood yang didatangkan dari Berastagi.
Ujian terakhir dilangsungkan tanggal 29 September 1966. Beberapa dosen lain juga turut menguji skripsi Derom Derom pun dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar insinyur teknik kimia.
Gigih saat Bekerja di PT Socfindo
Setelah menyandang gelas insinyur, Derom kembali ke daerah kelahirannya. Dia meniti karier di PPN ex Socfin (sekarang PT Socfindo) sebagai tekniker II.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Maret 2024 Naik Rp 131,9/kg, Cek Harganya..
Derom bekerja dengan gigih. Misalnya, saat harus mengirimkan ketel uap merek Vickers Hoskins seberat 27 ton dari pelabuhan Belawan untuk digunakan di pabrik Bangun Bandar dan Lae Butar, di Aceh Selatan. Setelah bekerja siang malam, akhirnya ketel uap itu berhasil dibawa ke pabrik untuk dipasangkan.
Dengan kegigihannya, Derom memberikan konstribusi yang besar di perusahaan tempatnya bekerja. Kariernya pun menanjak dari tekniker II, staf urusan teknologi di kantor pusat, kepala urusan teknologi, kepala bagian teknik dan teknologi dan akhirnya penasehat direksi.
Gigih untuk Mendapatkan Gadis Impiannya
Karena kegigihannya Derom berhasil mendapatkan gadis impiannya, Jendamita br Sembiring, yang ketika itu bunga kampus (mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara) dan banyak pria yang tertarik dan mengincarnya. Untuk pendekatan, Derom menawarkan Mita bimbingan mata kuliah stastistik yang sulit dipahaminya. Usaha itu tidak sia-sia, lama kelamaan Mita pun menunjukkan rasa sukanya kepada Derom. Setelah melalui prosesi lamaran, akhirnya pesta adat pernikahan dilangsungkan pada 16 Juni 1968. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, dua orang putra dan satu orang putri.
Gigih Membangun Perusahaan
Iklim usaha sawit yang cerah menimbulkan keinginan Derom untuk membuka kebun sawit.
Dalam membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit, Derom menghadapi tantangan yang tidak sedikit antara lain topografi kebun, kondisi kebun, masalah dana, dan masalah sosial. Kegigihan, membuat Derom sukses membangun usaha perkebunan kelapa sawit dan perusahaan jasa konsultan pabrik, dari satu perusahaan perkebunan sawit menjadi tiga perusahaan perkebunan sawit.
