InfoSAWIT, ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Ali Mulyagusdin, mengumumkan rencana perusahaan untuk membangun kilang minyak sawit atau palm oil refinery di Aceh. Proyek ini akan memanfaatkan hasil produksi minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) dari setiap daerah di Aceh. Ali mengatakan, “Soal pembangunan palm oil refinery direncanakan beberapa titik. Dan ini sedang kita kaji,” katanya seperti dilansir Aceh Journal National Network pada Minggu (21/4/2024).
Selain pembangunan kilang minyak sawit, PT PEMA juga berencana untuk melakukan jual-beli cangkang sawit. Ali menyebutkan bahwa cangkang sawit tersebut akan dikumpulkan di Pelabuhan Kuala Langsa. “Kita sedang membuat Feasibility Study dan pemetaan rantai pasok,” tambahnya.
Ali menekankan pentingnya peran perusahaan daerah dalam mengoptimalkan fasilitas infrastruktur pelabuhan di Aceh untuk mendukung berbagai komoditas yang dihasilkan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri baru di masa mendatang. “Dan pada intinya, kita tetap fokus pada pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan meningkatkan pendapatan asli Aceh,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, PT PEMA telah melakukan lifting perdana komoditas sulfur melalui Pelabuhan Kuala Langsa. Ali menjelaskan bahwa awalnya pengoperasian perdana komoditas ini dilakukan di Pelabuhan Blang Lancang, Lhokseumawe, namun dipindahkan ke Pelabuhan Kuala Langsa. “Pemindahan lokasi dilakukan untuk menumbuhkan transaksi dan menghidupkan kembali pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh,” katanya. “Kita semua berharap Langsa terus bergerak menjadi kota utama perdagangan dan jasa di wilayah timur Aceh.”
Ali yakin bahwa pengelolaan Pelabuhan Kuala Langsa akan berperan besar dalam kemajuan perekonomian Aceh. Selain meningkatkan pendapatan daerah, kerjasama ini juga diharapkan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan infrastruktur publik untuk menggerakkan investasi daerah. (T2)
