InfoSAWIT, JOGJAKARTA – Sebuah terobosan inovatif datang dari Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta yang terdiri dari Dandi Syahrul Gunawan, Ridho Pardosi, Timbul Widodo, Muhammad Iqbal, dan Nabillah Dwi Africia dengan bimbingan Aris Sandi, S.ST., M.Eng, dan Lestari Hetalesi Saputri, S.T., M.Eng. Mereka berhasil menciptakan tinta printer alami menggunakan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), sebuah limbah dari industri sawit yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Pencapaian ini diumumkan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Tinta printer ini tidak hanya menawarkan kualitas cetak yang baik dan konsisten, tetapi juga menjadi solusi ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan baku yang sebelumnya dianggap limbah.
“Inovasi ini lahir dari kepedulian kami untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah TKKS. Melalui serangkaian uji coba, kami berhasil menghasilkan pigmen warna hitam yang dapat dijadikan sebagai tinta printer,” kata salah satu anggota tim dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Minggu (10/8/2024).
BACA JUGA:
Para mahasiswa ini berharap bahwa tinta alami mereka dapat menjadi alternatif berkelanjutan dalam industri tinta printer, mengurangi ketergantungan pada bahan sintetis yang saat ini dominan digunakan.
Dengan demikian, Politeknik LPP Yogyakarta tidak hanya membuktikan kemampuan inovatif mahasiswanya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mempromosikan penggunaan bahan ramah lingkungan dalam teknologi cetak. Terobosan ini diharapkan membuka peluang baru untuk pengembangan lebih lanjut dalam industri berkelanjutan di masa depan. (T2)
