InfoSAWIT, PUTRAJAYA – Perdagangan minyak sawit dan komoditas pertanian lainnya antara Malaysia dan Tiongkok akan semakin kuat setelah nota kesepahaman (MOU) yang akan ditandatangani akhir tahun ini. Wakil Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Chan Foong Hin, menyatakan bahwa MOU ini juga akan menjadi tonggak penting dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Malaysia dan Tiongkok.
“Nota kesepahaman ini akan diselesaikan tahun ini, baik ketika Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mengunjungi Malaysia atau ketika Menteri Perkebunan dan Komoditas Datuk Seri Johari Abdul Ghani pergi ke Tiongkok,” kata Chan.
MOU tersebut akan ditandatangani antara Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia dan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok. Chan menambahkan bahwa melalui upaya kolaboratif ini, perdagangan minyak sawit akan semakin dalam dan terus mencapai titik tertinggi baru dalam sejarah. Peningkatan ekspor produk minyak sawit bernilai tambah tinggi ke Tiongkok adalah bagian dari arah baru kementerian tersebut.
BACA JUGA:
Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Malaysia selama 15 tahun berturut-turut. Kedua negara menikmati hubungan yang bersahabat dan kolaboratif. Pada tahun 2023, Malaysia mengekspor barang senilai RM192,2 miliar ke Tiongkok, dengan ekspor komoditas pertanian berjumlah lebih dari RM20 miliar.
Ekspor minyak sawit dan produk-produknya mengambil bagian terbesar sebesar RM11,03 miliar, diikuti oleh karet (RM5,43 miliar), kayu (RM2,83 miliar), kakao (RM684 juta), tembakau (RM18,43 juta), dan lada (RM11,88 juta). (T2)
