InfoSAWIT, JAKARTA – Dari sekian banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, sebuah perusahaan negara, telah mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawitnya.
Kepala Divisi Teknologi Informasi PTPN IV PalmCo, Muhammad Aji Priyatna, mengungkapkan bahwa melalui proyek digitalisasi Palm Oil Digitalization Project atau Digitalization for PalmCo 4.0, perusahaan ini telah menerapkan berbagai inovasi teknologi.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah digital Farming Palm & Rubber, sebuah aplikasi pencatatan hasil produksi kelapa sawit dan karet secara holistik. Selain itu, Mill Indicator Monitoring System, yang merupakan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT), digunakan untuk memantau suhu, tekanan, pH air, dan sampel laboratorium di pabrik.
BACA JUGA: Ada Dugaan Pencaplokan Lahan Sawit PTPN oleh Anak Usaha Astra Agro Lestari di Morowali Utara
Perusahaan juga telah mengembangkan dan mengimplementasikan ERP/SAP dengan tujuh dashboard ERP SAP untuk mengelola berbagai proses bisnis. AGHRIS Platform adalah aplikasi manajemen sumber daya manusia yang memiliki berbagai modul dan fitur seperti Health Risk Assessment.
Selain itu, teknologi drone digunakan untuk pemetaan, mekanisasi, dan berbagai keperluan lainnya. Geographic Information System (GIS) juga diterapkan melalui Mobile Apps GIS PTPN, yang mencakup fitur jalan, pohon, hama, panen, pupuk, dan pemeliharaan sebagai input survei dan laporan.
“Kami juga menerapkan mekanisasi Smart Bin dan IT Maturity Level, yaitu pengukuran tingkat kematangan IT di lingkungan PTPN secara rutin setiap tahun,” kata Muhammad Aji dalam sebuah seminar nasional di Jakarta yang dihadiri InfoSAWIT pada Mei 2024 lalu.
BACA JUGA: PTPN Optimistis Capai 100 Persen Sertifikat RSPO Tahun Ini
Lebih lanjut, Muhammad Aji menjelaskan bahwa penerapan konsep digital dan mekanisasi ini sesuai dengan Plantation Digitalization Roadmap Holding yang dimulai sejak tahun 2023 dan akan berlanjut hingga 2027.
Digitalisasi ini diterapkan mulai dari pekerjaan perkebunan hingga proses akhir di luar perkebunan. Melalui digital farming, proses budidaya dapat dikontrol dan dilanjutkan hingga penerapan Control Tower Dashboard di perkebunan inti serta digital farming untuk transportasi produksi kebun hingga SAP. (T2)
Lebih lengkap baca Info BUKU pada Majalah InfoSAWIT Edisi Juli 2024
