InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam pidato perdananya setelah resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan pangan dan energi bagi masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan, serta menjadi lumbung pangan dunia.
“Saya telah mempelajari berbagai hal yang membantu saya memahami situasi. Dalam waktu sesingkat-singkatnya, kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo pada Minggu (20/10/2025) di Jakarta dipantau InfoSAWIT.
Presiden juga menyinggung ketegangan global yang tengah terjadi, dengan menyatakan bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan buruk, termasuk perang dan krisis energi. “Negara-negara lain akan memikirkan kepentingan mereka sendiri. Kita harus siap dengan kemungkinan bahwa kita tidak bisa bergantung pada sumber energi dari negara lain,” tegasnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Anggota SPKS Dukung Penuh Prabowo-Gibran, Jaga Kelapa Sawit Berkelanjutan
Dalam konteks kemandirian energi, Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa sawit, singkong, tebu, dan sagu, yang bisa diolah menjadi bahan bakar. Selain itu, sumber energi geothermal, batubara, dan air juga dimiliki dalam jumlah besar.
“Pemerintahan yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi, terutama dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah kita miliki. Kita punya teknologi yang bisa membantu memanfaatkan sumber air dengan baik, dan Alhamdulillah, kita punya sumber air yang cukup,” jelasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan pentingnya memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Ia berjanji akan menggunakan teknologi digital untuk menyalurkan subsidi langsung ke keluarga-keluarga yang paling membutuhkan.
BACA JUGA: Prabowo Subianto Terima Data Kebocoran Penerimaan Negara Rp300 Triliun dari Industri Sawit
“Kita harus memastikan bantuan itu sampai tepat sasaran, terutama bagi rakyat yang masih dalam keadaan sulit,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Prabowo memberikan sinyal bahwa pemerintahannya akan berfokus pada swasembada pangan dan energi sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan global dan menjaga kedaulatan nasional. (T2)
