Pertemuan Tingkat Menteri CPOPC ke-12: Perkuat Kemitraan dan Perluas Pasar Sawit

oleh -2.074 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menggelar Ministerial Meeting ke-12 di Jakarta, Jumat (29/11).

InfoSAWIT, JAKARTA – Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menggelar Ministerial Meeting ke-12 di Jakarta, Jumat (29/11). Pertemuan ini menjadi momen penting bagi negara-negara penghasil kelapa sawit untuk memperkuat kerja sama dan merumuskan strategi global dalam menghadapi tantangan industri sawit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, dan Honduras merupakan langkah strategis untuk memperluas pasar sawit sekaligus mendukung keberlanjutan industri ini di tingkat global.

“Kerja sama yang lebih erat antara Indonesia, Malaysia, dan Honduras adalah langkah strategis untuk memperkuat kemitraan saling menguntungkan, memperluas pasar sawit, dan mendukung keberlanjutan industri sawit,” ungkap Airlangga dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT, Senin (2/12/2024).

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Malaysia Naik Lima Hari Berturut-turut, Catatkan Kenaikan Mingguan

Dalam pertemuan ini, CPOPC sepakat untuk memperluas keanggotaan dengan menyambut Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Nigeria sebagai negara pengamat baru. Selain itu, beberapa negara, seperti Kolombia, Ghana, dan Papua Nugini, sedang dalam proses menjadi anggota penuh.

Airlangga juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat peran CPOPC dalam mendukung prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama adalah pada ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi industri kelapa sawit.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara negara anggota CPOPC, kita bisa menciptakan strategi bersama yang lebih solid untuk mendukung ketahanan pangan dan energi dunia, sekaligus memastikan sektor sawit berkontribusi pada pengurangan emisi karbon global,” ujar Airlangga.

BACA JUGA: SPKS Dorong Percepatan Sertifikasi ISPO bagi Petani Sawit Swadaya di Sulawesi Barat

Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia, YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menyoroti tantangan yang dihadapi industri sawit, terutama proteksionisme dan hambatan perdagangan global. Ia menyerukan rencana strategis untuk membuka akses pasar yang adil, terutama bagi petani kecil.

“Menghadapi proteksionisme pasar dan hambatan perdagangan, Indonesia, Malaysia, dan Honduras harus memperkuat kemitraan untuk memastikan akses pasar yang adil dan inklusif, serta mendukung keberlanjutan industri sawit,” jelas Abdul Ghani.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap program B40 Indonesia, yang memanfaatkan campuran biodiesel berbasis sawit. Program ini diakui berhasil mengurangi emisi karbon hingga 32 juta ton CO2, sekaligus mendukung transisi energi hijau.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Anggota Koperasi Tunas Merapi Manunggal Raih Sertifikasi RSPO

“Kami sangat mengapresiasi program B40 Indonesia sebagai kontribusi konkret dalam mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi hijau,” tambahnya.

Selain membahas keberlanjutan, forum ini juga menyoroti peluang di sektor energi hijau, khususnya Sustainable Aviation Fuel (SAF). Indonesia dan Malaysia dinilai memiliki posisi strategis untuk memimpin inisiatif ini berkat produksi sawit yang berkelanjutan.

Para menteri juga sepakat memperkuat program unggulan CPOPC, seperti pemberdayaan petani kecil dan penanggulangan hambatan perdagangan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi ekonomi lokal sekaligus menjawab tantangan global terkait keberlanjutan.

BACA JUGA: Serangga Baru Belum tentu Mampu Genjot Produktivitas Sawit, Perlu Pendekatan yang Terukur

Pertemuan tahunan CPOPC ini mempertemukan menteri dari negara anggota (Indonesia, Malaysia, dan Honduras), perwakilan negara pengamat (Kolombia, Ghana, dan Papua Nugini), serta negara tamu, seperti Republik Demokratik Kongo, Guatemala, Nigeria, dan Thailand. Forum ini juga melibatkan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan utama dalam industri sawit.

Indonesia, sebagai produsen utama minyak kelapa sawit, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, ketahanan energi global, dan pengurangan jejak karbon. Hal ini sejalan dengan fokus Malaysia yang juga menyoroti solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan global.

Pertemuan ke-12 ini ditutup dengan penyerahan posisi Ketua CPOPC dari Indonesia kepada Malaysia untuk periode 2024–2025. Langkah ini diharapkan semakin mempererat kerja sama antara negara anggota CPOPC dalam memajukan industri sawit global.

BACA JUGA: China Tetap Borong Kedelai AS Meski Ketegangan Perdagangan Memanas

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, CPOPC optimis mampu menjawab tantangan dan memperluas pasar sawit dunia, sekaligus mempromosikan praktik yang lebih berkelanjutan bagi masa depan industri sawit. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com