Sadino juga menyoroti pentingnya menyelaraskan aturan antara berbagai kementerian, seperti ATR/BPN, Perdagangan, dan KLHK. Hal ini untuk menghilangkan tumpang tindih kebijakan yang selama ini menghambat sektor sawit.
“Yang diperlukan adalah percepatan dan koordinasi agar ide-ide dan kebijakan yang saling bertabrakan bisa diselesaikan dengan lebih baik,” pungkasnya.
Pembentukan badan khusus sawit ini diharapkan tidak hanya merespons keluhan, tetapi juga membuka potensi besar yang dapat mendorong sektor sawit menjadi lebih produktif dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. (T2)
