Menurut Head of Smallholders Innovation Department Sinar Mas Agribusiness and Food, Helena Delima Lumban Gaol, program ini tidak hanya membantu petani menerapkan praktik terbaik, tetapi juga memberikan nilai tambah dengan mendukung keberlanjutan lahan mereka.
“Kami perkirakaan, hingga 2030, perusahaan dapat mendukung hingga 50.000 petani swadaya yang memasok buah sawit ke Sinar Mas Agribusiness and Food untuk bisa menerapkan praktik sawit berkelanjutan. Pada 2035, kami berencana melatih hingga 100.000 petani,” ungkapnya dalam acara peluncuran Inisiatif RISE dan perayaan sertifikasi RSPO dihadiri InfoSAWIT, di Jakarta, awal Desember 2024 lalu.
Program Sawit Terampil disambut baik oleh petani dalam rantai pasok perusahaan. Sertifikasi RSPO yang diperoleh melalui program ini memungkinkan petani menunjukkan kepatuhan mereka terhadap standar internasional kepada pembeli global, sekaligus membuka peluang memperoleh insentif. Namun, Helena menegaskan bahwa manfaat utama program ini bukanlah pada insentif semata, tetapi pada keberlanjutan manfaat lahan untuk petani itu sendiri.
BACA JUGA: Ekspor Minyak Sawit Indonesia November 2024 Turun, Stok Meningkat
“Praktik berkelanjutan berarti petani menjaga produktivitas kebun mereka secara terus-menerus. Ini melibatkan perawatan lahan agar tetap subur dan memberikan hasil yang optimal. Lahan yang dikelola dengan baik menentukan keberlanjutan hasil tani dan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Sementara dikatakan Hero Sanjaya, Head of Supplier Compliance, Sinar Mas Agribusiness and Food, dalam upayanya untuk memperkuat keberlanjutan rantai pasok kelapa sawit, Sinar Mas Agribusiness and Food terus menggulirkan berbagai program pelatihan dan pendampingan kepada para petani swadaya serta pemasok lainnya, dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan praktik berkelanjutan hingga pendampingan operasional.
“Kami menyediakan program pendampingan secara cuma-cuma, termasuk turun langsung ke lapangan untuk membantu pemasok memahami dan menerapkan praktik terbaik. Tujuannya adalah memastikan mereka siap memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan,” ujar Hero. (T2)
