Petani Sawit di Entikong Beralih ke Cabai dan Bawang Putih untuk Usir Tupai

oleh -2.647 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Ilustrasi kebun sawit. Foto: Sawit Fest 2021 / Rafi Brata

InfoSAWIT, ENTIKONG – Hama tupai kembali menjadi momok bagi petani kelapa sawit di wilayah perbatasan Entikong. Hewan pengerat ini sering menyerang tandan buah segar yang telah matang, menggigit dan merusaknya sebelum dipanen. Alhasil, petani harus menelan kerugian panen yang tak sedikit. Namun di tengah keterbatasan, muncul solusi baru yang sederhana namun menjanjikan: bahan-bahan alami dari dapur.

Seiring meningkatnya kesadaran akan bahaya penggunaan pestisida kimia bagi lingkungan dan makhluk hidup non-target, para petani mulai mengalihkan perhatian ke metode yang lebih ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang kini sedang diuji dan disebarluaskan adalah penggunaan ekstrak cabai rawit untuk mengusir tupai.

Cabai rawit mengandung kapsaisin, senyawa pedas yang tak disukai hewan pengerat. Di lapangan, petani hanya perlu menghaluskan cabai, mencampurnya dengan air dan sedikit sabun cair sebagai perekat, lalu menyemprotkannya ke tandan atau batang sawit. Meski tidak mematikan, aroma dan rasa menyengat dari larutan cabai ini cukup untuk membuat tupai menjauh.

BACA JUGA: BPDP Luncurkan Katalog 100 Produk UKMK Sawit, Dorong Inovasi Serta Buka Peluang Ekonomi Daerah

“Ini bukan racun, tapi lebih ke penolak alami. Begitu tupai kena semprot atau mencium baunya, dia ogah balik lagi,” ujar Supardi, petani sawit di Dusun Gun Tembawang, Entikong. “Yang penting rutin, setiap beberapa hari sekali,” tambahnya dilansir InfoSAWIT darin KBRN RRI, Jumat (20/6/2025).

Tak hanya cabai, bawang putih pun menunjukkan efektivitas tinggi sebagai penolak hama berkat kandungan antibakteri dan aromanya yang tajam. Cara penggunaannya pun tak jauh berbeda: dihancurkan, dicampur air, dan disemprotkan pada area yang sering diserang tupai.

Beberapa petani bahkan bereksperimen mencampurkan cabai dan bawang putih dalam satu larutan. “Kalau dicampur, hasilnya lebih ‘nendang’. Tupai bisa kabur lebih lama,” tutur Beni, petani lainnya yang sudah mencoba metode ini sejak awal tahun.

BACA JUGA: BPDP, Ditjenbun, dan PT. CWE Latih Petani Sawit Untuk Dongkrak Produktivitas Kebun di Bengkulu Selatan

Selain dua bahan dapur tersebut, minyak kayu putih dan minyak serai wangi juga mulai digunakan. Aromanya yang kuat terbukti tidak disukai tupai. Cukup dicampur air atau diteteskan pada kapas dan ditempatkan di dekat pohon sawit, tupai enggan mendekat.

Meski metode ini tidak memberikan efek jangka panjang seperti pestisida kimia, namun manfaat utamanya adalah keamanan bagi lingkungan dan biaya yang rendah. “Bahan-bahan ini bisa didapat di pasar tradisional, murah dan tidak mencemari tanah,” ungkap salah satu penyuluh pertanian di wilayah perbatasan.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com