InfoSAWIT, BENGKULU SELATAN — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam membangun sektor perkebunan kelapa sawit melalui pendekatan yang menyentuh langsung akar rumput, salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit yang saat ini tengah berlangsung di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Program yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, menggandeng lembaga pelatihan PT Citra Widya Education (PT CWE) sebagai mitra pelaksana. Pelatihan ini menyasar 144 petani kelapa sawit lokal dan digelar selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Juni 2025.
Direktur Utama PT CWE, Nugroho Kristono, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam program nasional yang strategis ini. “Kami berkomitmen menyelenggarakan pelatihan yang aplikatif dan relevan bagi para pekebun sawit, agar mereka dapat mengelola kebun secara lebih profesional dan berkelanjutan,” tuturnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (19/6/2025).
BACA JUGA: MPOC Perkirakan Harga CPO Bertahan di Kisaran RM3.900–RM4.200 per Ton hingga Juli 2025
Peserta pelatihan dibagi ke dalam dua rumpun materi utama, yakni Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (angkatan I, II, dan III) dengan 90 peserta dan Pelatihan Teknis Panen dan Pasca Panen (angkatan I dan II) yang diikuti 54 orang. Para petani ini mendapat pembekalan dari para praktisi dan akademisi berpengalaman, serta berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke kebun PT Daria Dharma Pratama (DDP) guna melihat praktik teknis terbaik di lapangan.
“Pelatihan ini sangat penting untuk menambah wawasan petani, agar bisa menerapkan cara-cara budidaya, panen, dan pasca panen yang lebih efektif dan efisien,” tambah Nugroho.
Tak bisa dimungkiri, peran petani rakyat sangat vital dalam industri sawit nasional. Dari total luas lahan kelapa sawit di Indonesia yang mencapai 16,38 juta hektare, sekitar 42% atau sekitar 6,7 juta hektare dikelola langsung oleh petani rakyat. Fakta ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk terus mendampingi petani melalui berbagai bentuk pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional. “Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi merupakan ruang kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas petani sawit. Harapan kami, peserta bisa menularkan ilmu kepada petani lain yang belum mendapat kesempatan,” ujarnya.
Rosmala juga menegaskan pentingnya komitmen peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Karena yang kita bangun di sini bukan hanya kapasitas individu, tapi masa depan industri sawit yang berkelanjutan,” tambahnya.
