Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Ahmad Sukirman, menyebut pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola kebun. Menurutnya, kualitas kebun rakyat sangat ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan para pekebunnya.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing,” ujar Ahmad.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun semangat gotong royong antarpetani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kebun. “Karena tantangan ke depan semakin besar. Hanya dengan petani yang terampil dan paham teknologi budidaya yang baik, kita bisa bersaing dan tetap menjadi penghasil sawit unggulan,” tegasnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Juni 2025 Turun Rp46,08 per Kg
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam membangun industri sawit yang inklusif dan berkelanjutan. Program pelatihan seperti ini diharapkan mampu mencetak generasi petani sawit baru yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus mampu menjaga produktivitas lahan secara optimal.
Langkah nyata yang dilakukan di Bengkulu Selatan ini menjadi contoh bahwa pembangunan sektor sawit tidak hanya bergantung pada hilirisasi industri, tetapi juga bertumpu pada pemberdayaan manusia di sektor hulu—para petani itu sendiri. (T2)
